بسم الله الر حمن الر حيم
#Kajian_Tauhid
#ketujuh_bersambung
#Senin, 3 Safar 1439 H
3. Tauhid al-asma’ wa ash-shifat, yaitu mengimani semua yang disebutkan dalam al-Qur-an al-Karim dan hadis-hadis shahih dari nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyayang dengan itu Dia menyifati diri-Nya sendiri atau dengannya Rasul-Nya shallaAllahu ‘alayhi wa sallam menyifati-Nya, dalam pengertian yang sebenarnya, serta meyakini bahwa Allah itu:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia maha mendengar lagi maha melihat.” [Qs. asy-Syuro: 11]
Wajib hukumnya mengimani nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyayang ada dalam al-Kitab dan as-Sunnah dengan ma’na-ma’nanya dan hukum-hukumnya berdasarkan pemahaman salaf shalih. Nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyadiketahui dari al-Qur’an dan As-Sunnah. Tidak boleh bagi seseorang —siapapun dia— untuk mendatangkandari dirinya sendiri sebuah nama atau sebuah sifat bagi AllahTa’ala. Sebab, nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyaadalah perkara tawqifiyyah. Artinya, di dalamnya kita berhenti pada nama-nama yang disebutkan atau disifati Allah untuk diri-Nya sendiri, atau yang disebutkan atau disifati oleh Rasul-Nya shallaAllahu ‘alayhi wa sallam.Nama-nama Allah semuanya bagus (husna), Dan ada banyak, di antaranya: ash-Shamad (tempat meminta segala sesuatu), al-Bari’ (Sang Pencipta), as-Sami’ (Maha Mendengar), al-Bashir (Maha Melihat), ar-Rahman (Maha Pengasih), ar-Rahim (Maha Penyayang), … sebagaimana Allah subhanahu memiliki banyak sifat yang semuanya luhur,di antaranya; ar-rahmah, al-quwwah (kuat), al-hikmah (bijaksana), al-hayah (hidup), al-‘izzah (perkasa), al-‘ilmu, al-jabarut (kekuasaan), dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar