Sabtu, 04 November 2017

SYAFA'AT

#Kajian_Islam
#Ahad_16_Safar_1439_H

Alloh ta’ala berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ

“Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya.”
[al-Baqoroh: 255]

Hakekat Syafa’at

Ibnu Qoyyim al-Jawziyyah rohimahulloh berkata:
"Yang ada dalam hati orang-orang musyrik itu dan para pendahulu (salaf) mereka adalah bahwa sesembahan-sesembahan mereka akan memberikan syafa’at kepada mereka di sisi Alloh. Dan ini adalah syirik itu sendiri. Alloh telah mengingkari keyakinan mereka itu dan mendustakannya dalam Kitab-Nya.

Syafa’at yang ditetapkan oleh Alloh dan Rosul-Nya adalah syafa’at yang bersumber dari izin-Nya kepada orang yang mentauhidkan-Nya. Dan yang dinafikan oleh Alloh adalah syafa’at
syirkiyyah yang ada dalam hati orang-orang musyrik yang menjadikan (sesembahan-sesembahan) selain Alloh sebagai para pemberi syafa’at. Mereka pun diperlakukan dengan kebalikan dari apa yang mereka inginkan dari para pemberi syafa’at mereka itu. Sementara orang-orang muwahhid akan memperolehnya. [Madaarijus Saalikiin]

Madzhab Salaf Tentang Syafa’at

Abu al-‘Abbas Ibnu Taymiyah rohimahulloh berkata:
"Ahlus Sunnah wal Jama’ah menyepakati apa yang telah disepakati oleh para sahabat ridhwaanullohi ‘alayhim ajma’iin dan disebutkan dalam banyak hadits, bahwa beliau shollaAllohu ‘alayhi wa sallam akan memberikan syafa’at kepada para pelaku dosa besar dari umatnya dan
memberikan syafa’at juga kepada makhluk secara umum.

Beliau shollaAllohu ‘alayhi wa sallam
memiliki syafa’at-syafa’at yang khusus bagi beliau, tidak seorang pun yang ikut memilikinya, dan syafa’at-syafa’at yang juga dimiliki oleh selain beliau di antara para nabi dan orang-orang sholih, tetapi apa yang beliau miliki lebih baik daripada apa yang dimiliki oleh selain beliau. [Majmuu’ al-Fataawaa]

Siapakah yang Diberi Kemuliaan untuk Memberi Syafa’at.

1. Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam

Diriwayatkan dari Abu Huroyroh rodhiyaAllohu ‘anh, dia berkata: Rosululloh
shollaAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Setiap nabi memiliki permohonan yang mustajab (dikabulkan). Setiap nabi pun telah menyegerakan permohonannya. Sementara aku menyembunyikan permohonanku, sebagai syafa’at bagi umatku pada hari kiamat. Ia akan didapatkan in syaa-a Alloh oleh siapa saja yang mati dari umatku tanpa menyekutukan Alloh dengan sesuatu pun.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

2. Para syahid (syuhada’)

Diriwayatkan dari Nimron bin ‘Utbah adz-Dzimary, dia berkata: Kami mengunjungi
Ummu ad-Darda’, sedangkan kami adalah anak-anak yatim. Dia pun berkata: Bergemberilah, sesungguhnya aku telah mendengar Abu ad-Darda’ berkata: Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Diterima syafa’at seorang syahid untuk tujuh puluh orang dari keluarganya.”
[Diriwayatkan oleh Abu Dawud]

3. Kaum mu’minin secara umum

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas rodhiyaAllohu ‘anh, dia berkata: Aku telah mendengar Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Tidak seorang muslim pun mati, lalu jenazahnya disholatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu pun, kecuali Alloh menerima syafa’at mereka untuknya.”
[Diriwayatkan oleh Muslim]

Sumber : Infografik Surat Kabar an-Naba’ Edisi 66

Selasa, 31 Oktober 2017

Laporan sementara Infaq Pembangunan Mushola dan Renovasi Ma'had Ma'had Abdullah Bin Mubarok Putra - Lampung Selatan

بسم الله الر حمن الر حيم

Rabu, 9 Safar 1439 H

Rabu, 5 Safar 1439 H - Rabu, 9 Safar 1439 H

Rekening BCA : 1530288907
A/n : Adib Budi Wicaksono

1.) Rabu, 5 Safar 1438 H
Hamba Allah : 500.000,-

2.) Kamis, 6 Safar 1439 H
Hamba Allah : 220.000,-

3.) Jum'at, 7 Safar 1439 H
Hamba Allah : 50.000,-

4.) Sabtu, 8 Safar 1439 H
Hamba Allah : 50.000,-
Hamba Allah : 100.000,-

5.) Ahad, 9 Safar 1439 H
Hamba Allah : 1.000.000,-

6.) Senin, 10 Safar 1439 H
Hamba Allah : 250.000,-
Hamba Allah : 150.000,-

7.) Selasa, 11 Safar 1439 H
Hamba Allah : 200.000,-
Hamba Allah : 500.000,-
------------------------------------------------- +
Jumlah = Rp. 3.020.000,-

BRI : 3094-0102-2658-538
A/n : Adib Budi Wicaksono

1.) Kamis, 6 Safar 1439 H
Hamba Allah : Rp. 200.000,-

2.) Jum'at, 7 Safar 1439 H
Hamba Allah : 200.001,-

3.) Ahad, 9 Safar 1439 H
Hamba Allah : 2.500.000,-
Hamba Allah : 20.000,-

4.) Senin, 10 Safar 1439 H
Hamba Allah : 166.839,-
Hamba Allah : 50.000,-
Hamba Allah : 200.000,-

5. Selasa, 11 Safar 1439 H
Hamba Allah : 1.000.000,-

------------------------------------------------- +
Jumlah = Rp. 4.386.840,-

Jumlah total =
3.020.000 + 4.386.840 = 7.406.840,-

Sedangkan dana yang dibutuhkan Rp. 30.000.000,-

Berikut Kekurangan dana Pembangunan Mushola dan Renovasi Ma'had Ma'had Abdullah Bin Mubarok Putra - Lampung Selatan :

30.000.000 - 7.406.840 = Rp. 22.593.160,-

Kami ucapkan Jadzakumulloh khoiron kepada para donatur dan muhsinin yang telah menginfaqkan sebagian hartanya dan Besar harapan kami kepada Allah subhanahuwata'ala atas partisipasi kaum muslimin dalam kesempatan untuk beramal jariyah untuk pembangunan mushola dan renovasi Ma'had Abdullah Bin Mubarok putra - Lampung Selatan

Infaq Pembangunan Mushola Ma'had Abdullah Bin Mubarok Untuk Keluarga Muwahidin dan Renovasi Hujroh untuk Asatidzah Bisa Disalurkan melalui :

💳  BCA : 1530288907
💳  BRI : 3094-0102-2658-538
A/n : Adib Budi Wicaksono

☎️ Konfirmasi : Phone, SMS, Telegram, dan Whatsapp :
(+62) 88983603905 BBM : DBD1729C

Atau datang langsung ke Sekretariat dan alamat Ma'had Abdullah Bin Mubarok untuk keluarga Muwahidin :

Jl P. Senopati Gg. Sriwedari, Rt/Rw : 19/007 Desa Jati Mulyo Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan. Lampung. (Perbatasan kotamadya bndar lampung dg kab. lampung selatan).

Demikian apa yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf, dan kebenaran hanya milik Allah Subhanah.
----------------------------------------------------------------
Penanggung jawab : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy
Humas : Faisal Syauqot

Qismus Syar'i :
Ustadz Abu Yahya As Sajiy Fakallahu Ashroh
Ustadz Hasan Abu Abdillah Al Hafidz
Ustadz Abu Muhammad Al Arkhabiliy

Kamis, 26 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kesebelas_Terakhir
#Jum'at, 7 Safar 1439 H

Thaghut-thaghut itu banyak, yang paling utama di antara mereka lima:

1. Syaitan. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آَدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ، إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ.

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian wahai anak cucu Adam agar kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” [Qs. Yasin: 60]

Setan adalah thaghut akbar yang terus-menerus berusaha memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah. Ada juga di antara manusia yang menyertai setan dalam menghalangimanusia dari beribadah kepada Allah, dan mereka itu juga thaghut-thaghut.

2. Penguasa zhalim yang mengubah hukum-hukum Allah Ta’ala. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آَمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ،وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا.

“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu, mereka ingin berhukum kepada thoghut padahal mereka telah diperintahkan untuk kufur kepadanya. Dan setan ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh.” [Qs. an-Nisa’: 60]

3. Orang yang memutuskan dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ.

“Dan barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” [Qs.al-Ma’idah: 44]

Jika hakim atau qodhi memutuskan di antara dua orang yang bersengketa dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah, seperti menggunakan undang-undang buatan manusia, adat-istiadat, serta tradisi-tradisisuku dan kabilah, maka dia telah murtad dari agama Allah dan menjadi taoghut.

Orang yang memutuskan dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah adalah kafir. Dan orang-orang bersengketa yang berhukum kepadanya juga kafir. Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

“Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka atas putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [Qs. an-Nisa’: 65]

Allah Subhanahu menafikan keimanan dari mereka karena mereka tidak menegakkan hukum Allah di antara mereka dan berhukum kepada thaghut.

4. Orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللهُ، وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

.“Katakanlah (Muhammad): Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” [Qs. an-Naml: 65]

Barangsiapa mengklaim bahwa dia mengetahui perkara ghaib, maka dia adalah thaghut yang mendustakan ayat al-Qur-an al-Karim yang jelas. Dan wajib atas seorang muslim untuk menghidari pergi ke setiap orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, seperti para penyihir, para dukun, dan para peramal dan tidak mempercayai mereka dalam apa yang mereka klaim. Sebab,

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَىمُحَمَّدٍ

.“Barangsiapa mendatangi seorang dukun atau seorang peramal, lalu dia membenarkan apa dikatakannya, maka dia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan dihasankan oleh Syu’aib al-Arna’uth]

5. Orang yang disembah selain Allah dan dia ridha dengan penyembahannya,atau orang yang menyeru manusia untuk menyembah dirinya. Dalilnya firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ، كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

.“Dan barangsiapa di antara mereka berkata: ‘Sesungguhnya aku adalah tuhan selain Allah,’ maka orang itu Kami beri balasan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zholim.” [Qs. al-Anbiya’: 29]

Ibadah adalah haq Allah ‘azza wa jalla (atas hambanya). Tidak boleh bagi seorang pun untuk menyeru manusia untukmenyembah dirinya atau untuk menyembah seseorang selain Allah Ta’ala. Barangsiapa melakukan itu, atau dia tidak melalukan itu tetapi ridha disembah selain Allah, maka dia adalah thaghut.Demikianlah. Dan sesungguhnya manusia tidak menjadi orang yang beriman kepada Allah kecuali dia kufur kepada thoghut. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ، قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ، فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ.

“Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas(perbedaan) antara kebenaran dan kesesatan. Barangsiapa kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang pada tali yang kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Qs. al-Baqarah: 256]

Kebenaran (ar-Rusydu) adalah agama Muhammad shallaAllahu ‘alayhi wa sallam, kesesatan (al-Ghoyy) adalah agama Abu Jahl, sedangkan tali yang kuat (al-‘urwah al-wutsqo) adalah syahadat laa ilaaha illaAllah.Hamba tidak dianggap berpegang pada tali yang kuat (tauhid) kecuali jika padanya terdapat dua sifat: kufur kepada thaghut dan iman kepada Allah.Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada semua keluarga dan sahabatnya.

Judul Kitab Asli: ‘Asyru Masail fil ‘Aqidah La Yasi’ul Muslim Jahluhu wa Yajibu ‘alayhi Ta’allumuhu

Judul Terjamah: Sepuluh Perkara dalam ‘Aqidah yang Tidak boleh Boleh Tidak Diketahui Oleh Seorang Muslim dan Wajib Dipelajari

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kesepuluh_bersambung
#Kamis, 6 Safar 1439 H

10. Perkara kesepuluh: ma’na thoghut dan jenis-jenisnya yang paling utamaYang pertama kali diwajibkan oleh Allah kepada anak Adam adalah kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ.

“Dan sungguh, Kami telah mengutus dalam setiap umat seorang Rasul (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” [Qs. an-Nahl: 36]

Bentuk kufur kepada thaghut adalah meyakini kebatilan beribadah kepada selain Allah, meninggalkannya, membencinya, serta mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. Adapun bentuk iman kepada Allah adalah meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya ilah yang disembah tanpa selain-Nya, memurnikan semua jenis ‘ibadah untuk Allah dan menafikannya dari semua sesembahan selain Allah, serta mencintai di jalan Allah dan membenci di jalan Allah.Thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan hamba melampaui batas, berupa suatu yang disembah, yang diikuti,atau yang ditaati.

Contoh yang disembah adalah setan-setan jin yang menyuruh para penyihir manusia untuk menyembah mereka,lalu mereka pun menyembah para jin tersebut. Contoh yang ditaati adalah para presiden, para raja dan para pemimpin yang memerintahkan rakyat mereka untuk menyalahi syariat dan berhukum kepada undang-undang buatan manusia, serta memerangi penegakan hukum syariat dan orang yang menyeru kepada penerapannya, lalu rakyat mengikuti mereka. Adapun yang ditaati contohnya para ulama, para rahib, dan para syekh jahat yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, lalu mereka ditaati dalam hal itu.

Sementara muslim muwahhid mengingkari setiap yang disembah, diikuti dan ditaati selain Allah, berlepas diri dari mereka dan dari para pengikut mereka, serta memusuhi danmembenci mereka. Inilah millah Ibrahim ‘alayhis salam yang barangsiapa membencinya, maka dia telah membodohi dirinya sendiri. Dan ia adalah teladan baik yang Allah Ta’ala menganjurkan kita untuk mengikutinya dalam firman-Nya:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ، كَفَرْنَا بِكُمْ، وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِوَحْدَهُ.

“Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: ‘Sesungguhnya kami berlepasdiri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami kufur kepada kalian. Dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian selamanya, sampai kalian beriman kepada Allah saja.’” [Qs. al-Mumtahanah: 4]

Rabu, 25 Oktober 2017

AYO BERINFAQ...!!! UNTUK PEMBANGUNAN MUSHOLA DAN RENOVASI MA'HAD ABDULLAH BIN MUBAROK PUTRA - LAMPUNG SELATAN BUTUH 30Jt

بسم الله الر حمن الر حيم

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Kita memohonon ampunan dan pertolongan kepadanya. Sholawat serta salam kepada uswatun hasanah Rosululloh Shollallahu'alaihiwasallam. Amaba'd

Laziz Muwahidin bersama Ma'had Abdullah bin Mubarok putra untuk keluarga Muwahidin Lampung Selatan. mengajak kaum muslimin untuk beramal Jariyah berinfaq untuk pembangunan Mushola Ma'had dan Renovasi Hujroh untuk Asatidzah yang membutuhkan dana sekitar Rp. 30.000.000,- (Tigapuluh juta rupiah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  :

 إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ

 “Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

"Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah No.738)

Infaq Pembangunan Mushola Ma'had Abdullah Bin Mubarok Untuk Keluarga Muwahidin dan Renovasi Hujroh untuk Asatidzah Bisa Disalurkan melalui :

💳 BCA : 1530288907
💳 BRI : 3094-0102-2658-538
A/n : Adib Budi Wicaksono

☎️ Konfirmasi Donasi Program "IDT (Infaq Dakwah Tauhid)"

Phone, SMS, Telegram, dan Whatsapp :
(+62) 88983603905 BBM : DBD1729C

Atau datang langsung ke Sekretariat dan alamat Ma'had Abdullah Bin Mubarok untuk keluarga Muwahidin :

Jl P. Senopati Gg. Sriwedari, Rt/Rw : 19/007 Desa Jati Mulyo Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan. Lampung. (Perbatasan kotamadya bndar lampung dg kab. lampung selatan).

Demikian apa yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf, dan kebenaran hanya milik Allah Subhanah.
----------------------------------------------------------------
Penanggung jawab : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy
Humas : Faisal Syauqot

Qismus Syar'i :
Ustadz Abu Yahya As Sajiy Fakallahu Ashroh
Ustadz Hasan Abu Abdillah Al Hafidz
Ustadz Abu Muhammad Al Arkhabiliy

Selasa, 24 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kesembilan_bersambung
#Rabu, 5 Safar 1439 H

8. Perkara kelapan: macam-macam kufur Kufur akbar yang mengeluarkan dari agama, dan ini ada lima macam, yaitu:

1. Kufur pendustaan
2. Kufur penolakan dan kesombongan diri
3. Kufur keraguan
4. Kufur keberpalingan
5. Kufur nifaq.

Kufur ashghor yang tidak mengeluarkan dari agama, dan ini adalah kufur ni’mat. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

وَضَرَبَ اللهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ، فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِبِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ.

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datangkepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, lalu (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah, maka Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.” [Qs. an-Nahl: 112]

9. Perkara kesembilan: macam-macam nifaq

1. Nifaq akbar (i’tiqodiy), yaitu; menyembunyikan kufr dalam hati dan memperlihatkan iman pada lisan dan anggota tubuh. Jenis-jenisnya ada enam, yang pelakunya termasuk penghuni tingkatan paling bawah dari neraka, yaitu:

1. Mendustakan Rasul
2. Mendustakan sebagian dari apa yang dibawa oleh Rasul
3. Membenci Rasul
4. Membenci sebagian dari apa yang dibawa oleh Rasul
5. Bergembira atas kejatuhan agama Rasul
6. Membenci kemenangan agama Rasul ‘alayhis shalatu wassalam.

2. Nifaq ashghor (‘amaliy). Ini terjadi dengan mengerjakan sesuatu dari perbuatan-perbuatan orang-orang munafiq danbersifat dengan satu sifat dari sifat-sifat mereka, disertai dengan tetap adanya pokok iman. Ia adalah lima macam yang disebutkan oleh Rasulullah shallaAllahu ‘alayhi wa sallam dalam sabda-Nya:

آيَةُ المُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ.

“Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara berbohong, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.”Dan dalam riwayat lain:
إِذَا خَاصَمَ فَجَرَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ

.“Jika bertengkar menyimpang dari kebenaran dan jika membuat perjanjian mengkhianati.” [HR. Muttafaq ‘alaih]

JANGAN JADIKAN HARTAMU SEBAGAI ANDAD

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#Rabu,5 Safar 1439 H

Oleh : Abu Muhammad Al Arkhabiliy

Segala puji bagi Allah ta'ala yang memberikan kita begitu banyak kenikmatan, baik nikmat iman,islam dan nikmat kesempatan untuk melakukan kewajiban-kewajiban dan menjauhi larangan-larangannya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan umatnya yang senantiasa mengikuti petunjuknya hingga hari akhir. Amma ba'd..

Di akhir jaman ini banyak fenomena-fenomena yang kita perhatikan di masyarakat, dimana mereka dengan berusaha sekuat tenaga (banting tulang/mati-matian) demi mendapatkan harta,jabatan dan penghormatan orang lain dan bahkan mereka rela walaupun harus mengorbankan tauhidnya atau agamanya (dien) demi meraih semua hal itu, hal ini disebabkan mereka jauh dari tauhid dan tidak memahami maknanya dan kandungannya.

Sesungguhnya kandungan kalimat Laa ilaaha illallaah meniadakan segala macam peribadatan kepada selain Allah ta'ala dan memurnikan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah ta'ala saja.

Sebagaimana Allah ta'ala berfirman:

 
وَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَّﺳُﻮﻻً ﺃَﻥِ ٱﻋْﺒُﺪُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﺟْﺘَﻨِﺒُﻮا۟ ٱﻟﻄَّٰﻐُﻮﺕ

"Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut" (QS. An Nahl: 36)

Allah Taala berfirman:

ﻓَﻤَﻦ ﻳَﻜْﻔُﺮْ ﺑِﭑﻟﻄَّٰﻐُﻮﺕِ ﻭَﻳُﺆْﻣِﻦۢ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ٱﺳْﺘَﻤْﺴَﻚَ ﺑِﭑﻟْﻌُﺮْﻭَﺓِ ٱﻟْﻮُﺛْﻘَﻰٰ ﻻَ ٱﻧﻔِﺼَﺎﻡَ ﻟَﻬَﺎ

"Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh" (Laa ilaaha ilallaah) (QS. Al Baqarah : 256)

firman-Nya yang lain:

ﻳَٰٓﺄَﻫْﻞَ ٱﻟْﻜِﺘَٰﺐِ ﻟِﻢَ ﺗُﺤَﺎٓﺟُّﻮﻥَ ﻓِﻰٓ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِﻴﻢَ ﻭَﻣَﺎٓ ﺃُﻧﺰِﻟَﺖِ ٱﻟﺘَّﻮْﺭَﻯٰﺓُ ﻭَٱﻹِْﻧﺠِﻴﻞُ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِﻩِۦٓ ۚ ﺃَﻓَﻼَ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥ

Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. (Ali Imran: 64).

Allah memerintahkan Nabi-Nya agar mengajak ahli kitab kepada makna Laa ilaaha illallah yang dimana beliau mengajak orang-orang arab dan umat yang lainnya kepada makna kalimat itu. Sedangkan kalimat itu adalah Laa  ilaaha illallah yang ditafsirkan dengan firman-Nya: bahwa tidak kita sembah kecuali Allah.
Firman-Nya bahwa : "Tidak kita sembah" di dalamnya terkandung makna La ilaaha yaitu penafian ibadah dari selain Allah. Sedangkan firman-Nya: "Kecuali Allah" adalah yang dikecualikan dalam kalimat ikhlash (tauhid) Allah memerintahkan Nabi-Nya agar menyeru mereka untuk mengkhususkan ibadah hanya kepada Allah dan menafikannya dari selain-Nya. Dan ayat-ayat semacam ini banyak sekali. Dia menjelaskan bahwa illallahiyyah itu adalah ibadah, sedangkan ibadah itu tidak layak sedikitpun ditujukan kepada selain Allah, sebagaimana firman-Nya:

ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻻَّ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭٓا۟ ﺇِﻻَّٓ ﺇِﻳَّﺎﻩُ

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia" (Al Israa: 23).

Maksud firman Allah ta'ala: “Supaya kamu jangan menyembah" terkandung di dalamnya makna Laa ilaaha, sedangkan firman Allah ta'ala: "Selain Dia", terkandung di dalamnya makna illaallah.

Sedang orang yang rela meninggalkan tauhid dan islam karena harta dunia maka dia telah menjadikan harta dunia itu sebagai Andad (tandingan) selain Allah ta'ala yang membuatnya Kafir dan keluar dari islam.

Allah ta'ala berfirman:
 
ﻓَﻼَ ﺗَﺠْﻌَﻠُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﺃَﻧﺪَاﺩًا ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ

"Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu (tandingan) bagi Allah sedang kamu mengetahui" (QS Al Baqarah [2]: 22)

Sesunguhnya kalimat Andad itu adalah jamak dari pada Nidd (tandingan) bagi Allah ta'ala. Adapun definisinya: Andad adalah sesuatu yang memalingkan dari Al Islam, atau sesuatu yang memalingkandari tauhid.

Jadi sesuatu yang memalingkan dari Al Islam atau tauhid baik itu anak, isteri, suami, posisi jabatan, harta benda, dst, kalau hal tersebut justru mamalingkan seseorang dari tauhid, berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad.......tandingan bagi Allah Ta'ala yang membuat pelakunya kafir murtad.

Oleh karena itu fahamilah kandungan, makna dan rukun- rukun dari kalimat Laa ilaaha illallah, karena siapa yang tidak memaknainya dan mengamalkan tuntutannya (konsekuensi) dari kaliamat Laa ilaaha illallah maka tidak dianggap keislamannya walaupun dia mengucapkannya berpuluh-puluh kali dalam sehari.

Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan: Sesungguhnya pelafalan Laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid, meninggalkan syirik, dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat berdasarkan ijma (para ulama) (Kitab Taisir Al Aziz Al Hamid)

Jadi pengucapan Laa ilaaha illallah walaupun berapa banyak yang di ucapkannya itu tidak bermanfaat apabila tidak mengatahui maknanya dan mengamalkan tuntutannya.

Padahal tentang harta dunia ini Allah ta'ala telah berfirman:

 ﻫُﻮَ ٱﻟَّﺬِﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢ ﻣَّﺎ ﻓِﻰ ٱﻷَْﺭْﺽِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺛُﻢَّ ٱﺳْﺘَﻮَﻯٰٓ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﺴَّﻤَﺎٓءِ ﻓَﺴَﻮَّﻯٰﻫُﻦَّ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻤَٰﻮَٰﺕٍ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻰْءٍ ﻋَﻠِﻴﻢ

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (Al Baqarah: 29)

Jadi Allah ta'ala menciptakan bumi dan seisinya itu untuk bekal beribadah hanya kepadanya bukan malah dijadikan tandingan bagi-Nya, bukan juga untuk menjadikan Allah ta'ala bagian dari apa yang diciptakannya sebagaiman firmannya:
 
ﻭَﺟَﻌَﻠُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﻣِﻤَّﺎ ﺫَﺭَﺃَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺤَﺮْﺙِ ﻭَٱﻷَْﻧْﻌَٰﻢِ ﻧَﺼِﻴﺒًﺎ ﻓَﻘَﺎﻟُﻮا۟ ﻫَٰﺬَا ﻟِﻠَّﻪِ ﺑِﺰَﻋْﻤِﻬِﻢْ ﻭَﻫَٰﺬَا ﻟِﺸُﺮَﻛَﺎٓﺋِﻨَﺎ

"Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka: Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami"(QS. Al Anam [6]: 136).

Maka jangan jadikan harta duniamu sebagai tandingan (andad) bagi Allah ta'ala, dan jangan jadikan harta duniamu sebagai hal yang lebih kamu utamakan dari tauhid dan keislamanmu, karena sesungguhnya harta duniamu itu hanyalah ujian bagimu yang akan kamu pertanggung jawabkan dihadapan Allah ta'ala kelak dihari penghisaban. Wallahu ta'ala a'lam.