Oleh : Nuuruddin Zinki Fakallahu Ashroh
Setiap orang yang berjuang pasti mengharapkan sebuah kemenangan, namun tidak setiap pejuang itu memahami hakekat kemenangan. Sudah menjadi sunnatulloh bahwa kemenangan itu tidak akan datang kecuali setelah ujian, pernah ada seorang pemuda bertanya kepada Imam Syafi'i rahimahullah :
" Yaa Abaa Abdillah, mana yang lebih baik antara seorang yang diberi tamkin (kekokohan di muka bumi) atau mendapat ujian dari Alloh subhaanahuwata'ala?, Imam Syafi'i mengatakan, tamkin akan terwujud setelah seseorang mendapat ujian, Alloh subhanahu wata'ala telah menguji Nabi Nuh,Ibrahim, Musa,Isa,Muhammad shalallahu'alaihiwasallam, ketika mereka bersabar atas ujian yang diberikan, maka Alloh kokohkan kedudukan mereka, jangan seorang pun diantara kalian mengira bisa terlepas dari rasa sakit (Al Fawaid Ibnul Qoyyim)
Sesungguhnya ujian seseorang itu tergantung pada tingkatan. keimanan, semakin tinggi keimanan seseorang semakin tinggi pula ujiannya Alloh subhanahu wataala telah menjadikan syurga itu dikelilingi dengan perkara-perkara yang tidak disukai, sebagaimana sabdda Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Dan sudah menjadi ketetapan bagi Alloh subhanahu wata'ala bahwa syurga itu dapat dicapai oleh seorang hamba itu setelah diuji dan diuji, Alloh subhanahuwataala berfirman:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوا حَتّٰى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ ۥ مَتٰى نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَآ إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)
Yaa, syurga yang merupakan kemenangan yang hakiki tidak akan dapat dicapai kecuali setelah ujian demi ujian yang harus dihadapi,
maka sangatlah aneh manakala ada seorang yang ingin berjihad mengharaapkan firdaus Allah Ta'ala namun enggan untuk merasakan resiko di dalamnya
Kisah-kisah ujian sudah menjadi hal yang tak asing lagi dari zaman Nabi Adam alaihissalam hingga zaman Nabi kita Muhammad shalallih alaihi wasallam, Nabi Ibrahim alaihissalam dibakar oleh kaumnya, Nabi Musa alaihissalam menjadi buronan kaumnya sendiri, Nabi Nuh alaihissalam yang harus menerima cacian pahit dari kaumnya, begitu pun Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wasallam harus menerima ujian yang sangat berat ketika menyampaikan risalah Tauhid ini.
Begitu pun apa yang dialami para Sahabat ridhwaanullahu alaihim ajma'in, kisah mereka tentang ujian yang mereka terima sangat banyak yang membuat kita memahami bahwa kemenangan itu datang setelah ujian demi ujian
Semoga Alloh memberikan kita kemenangan berupa tamkin atas orang2 kafir dan munafiq sehingga kalimatullah menjadi tertinggi di muka bumi ini.amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar