Selasa, 24 Oktober 2017

JANGAN JADIKAN HARTAMU SEBAGAI ANDAD

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#Rabu,5 Safar 1439 H

Oleh : Abu Muhammad Al Arkhabiliy

Segala puji bagi Allah ta'ala yang memberikan kita begitu banyak kenikmatan, baik nikmat iman,islam dan nikmat kesempatan untuk melakukan kewajiban-kewajiban dan menjauhi larangan-larangannya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan umatnya yang senantiasa mengikuti petunjuknya hingga hari akhir. Amma ba'd..

Di akhir jaman ini banyak fenomena-fenomena yang kita perhatikan di masyarakat, dimana mereka dengan berusaha sekuat tenaga (banting tulang/mati-matian) demi mendapatkan harta,jabatan dan penghormatan orang lain dan bahkan mereka rela walaupun harus mengorbankan tauhidnya atau agamanya (dien) demi meraih semua hal itu, hal ini disebabkan mereka jauh dari tauhid dan tidak memahami maknanya dan kandungannya.

Sesungguhnya kandungan kalimat Laa ilaaha illallaah meniadakan segala macam peribadatan kepada selain Allah ta'ala dan memurnikan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah ta'ala saja.

Sebagaimana Allah ta'ala berfirman:

 
وَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَّﺳُﻮﻻً ﺃَﻥِ ٱﻋْﺒُﺪُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﺟْﺘَﻨِﺒُﻮا۟ ٱﻟﻄَّٰﻐُﻮﺕ

"Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut" (QS. An Nahl: 36)

Allah Taala berfirman:

ﻓَﻤَﻦ ﻳَﻜْﻔُﺮْ ﺑِﭑﻟﻄَّٰﻐُﻮﺕِ ﻭَﻳُﺆْﻣِﻦۢ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ٱﺳْﺘَﻤْﺴَﻚَ ﺑِﭑﻟْﻌُﺮْﻭَﺓِ ٱﻟْﻮُﺛْﻘَﻰٰ ﻻَ ٱﻧﻔِﺼَﺎﻡَ ﻟَﻬَﺎ

"Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh" (Laa ilaaha ilallaah) (QS. Al Baqarah : 256)

firman-Nya yang lain:

ﻳَٰٓﺄَﻫْﻞَ ٱﻟْﻜِﺘَٰﺐِ ﻟِﻢَ ﺗُﺤَﺎٓﺟُّﻮﻥَ ﻓِﻰٓ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِﻴﻢَ ﻭَﻣَﺎٓ ﺃُﻧﺰِﻟَﺖِ ٱﻟﺘَّﻮْﺭَﻯٰﺓُ ﻭَٱﻹِْﻧﺠِﻴﻞُ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِﻩِۦٓ ۚ ﺃَﻓَﻼَ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥ

Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. (Ali Imran: 64).

Allah memerintahkan Nabi-Nya agar mengajak ahli kitab kepada makna Laa ilaaha illallah yang dimana beliau mengajak orang-orang arab dan umat yang lainnya kepada makna kalimat itu. Sedangkan kalimat itu adalah Laa  ilaaha illallah yang ditafsirkan dengan firman-Nya: bahwa tidak kita sembah kecuali Allah.
Firman-Nya bahwa : "Tidak kita sembah" di dalamnya terkandung makna La ilaaha yaitu penafian ibadah dari selain Allah. Sedangkan firman-Nya: "Kecuali Allah" adalah yang dikecualikan dalam kalimat ikhlash (tauhid) Allah memerintahkan Nabi-Nya agar menyeru mereka untuk mengkhususkan ibadah hanya kepada Allah dan menafikannya dari selain-Nya. Dan ayat-ayat semacam ini banyak sekali. Dia menjelaskan bahwa illallahiyyah itu adalah ibadah, sedangkan ibadah itu tidak layak sedikitpun ditujukan kepada selain Allah, sebagaimana firman-Nya:

ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻻَّ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭٓا۟ ﺇِﻻَّٓ ﺇِﻳَّﺎﻩُ

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia" (Al Israa: 23).

Maksud firman Allah ta'ala: “Supaya kamu jangan menyembah" terkandung di dalamnya makna Laa ilaaha, sedangkan firman Allah ta'ala: "Selain Dia", terkandung di dalamnya makna illaallah.

Sedang orang yang rela meninggalkan tauhid dan islam karena harta dunia maka dia telah menjadikan harta dunia itu sebagai Andad (tandingan) selain Allah ta'ala yang membuatnya Kafir dan keluar dari islam.

Allah ta'ala berfirman:
 
ﻓَﻼَ ﺗَﺠْﻌَﻠُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﺃَﻧﺪَاﺩًا ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ

"Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu (tandingan) bagi Allah sedang kamu mengetahui" (QS Al Baqarah [2]: 22)

Sesunguhnya kalimat Andad itu adalah jamak dari pada Nidd (tandingan) bagi Allah ta'ala. Adapun definisinya: Andad adalah sesuatu yang memalingkan dari Al Islam, atau sesuatu yang memalingkandari tauhid.

Jadi sesuatu yang memalingkan dari Al Islam atau tauhid baik itu anak, isteri, suami, posisi jabatan, harta benda, dst, kalau hal tersebut justru mamalingkan seseorang dari tauhid, berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad.......tandingan bagi Allah Ta'ala yang membuat pelakunya kafir murtad.

Oleh karena itu fahamilah kandungan, makna dan rukun- rukun dari kalimat Laa ilaaha illallah, karena siapa yang tidak memaknainya dan mengamalkan tuntutannya (konsekuensi) dari kaliamat Laa ilaaha illallah maka tidak dianggap keislamannya walaupun dia mengucapkannya berpuluh-puluh kali dalam sehari.

Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan: Sesungguhnya pelafalan Laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid, meninggalkan syirik, dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat berdasarkan ijma (para ulama) (Kitab Taisir Al Aziz Al Hamid)

Jadi pengucapan Laa ilaaha illallah walaupun berapa banyak yang di ucapkannya itu tidak bermanfaat apabila tidak mengatahui maknanya dan mengamalkan tuntutannya.

Padahal tentang harta dunia ini Allah ta'ala telah berfirman:

 ﻫُﻮَ ٱﻟَّﺬِﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢ ﻣَّﺎ ﻓِﻰ ٱﻷَْﺭْﺽِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺛُﻢَّ ٱﺳْﺘَﻮَﻯٰٓ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﺴَّﻤَﺎٓءِ ﻓَﺴَﻮَّﻯٰﻫُﻦَّ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻤَٰﻮَٰﺕٍ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻰْءٍ ﻋَﻠِﻴﻢ

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (Al Baqarah: 29)

Jadi Allah ta'ala menciptakan bumi dan seisinya itu untuk bekal beribadah hanya kepadanya bukan malah dijadikan tandingan bagi-Nya, bukan juga untuk menjadikan Allah ta'ala bagian dari apa yang diciptakannya sebagaiman firmannya:
 
ﻭَﺟَﻌَﻠُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﻣِﻤَّﺎ ﺫَﺭَﺃَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺤَﺮْﺙِ ﻭَٱﻷَْﻧْﻌَٰﻢِ ﻧَﺼِﻴﺒًﺎ ﻓَﻘَﺎﻟُﻮا۟ ﻫَٰﺬَا ﻟِﻠَّﻪِ ﺑِﺰَﻋْﻤِﻬِﻢْ ﻭَﻫَٰﺬَا ﻟِﺸُﺮَﻛَﺎٓﺋِﻨَﺎ

"Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka: Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami"(QS. Al Anam [6]: 136).

Maka jangan jadikan harta duniamu sebagai tandingan (andad) bagi Allah ta'ala, dan jangan jadikan harta duniamu sebagai hal yang lebih kamu utamakan dari tauhid dan keislamanmu, karena sesungguhnya harta duniamu itu hanyalah ujian bagimu yang akan kamu pertanggung jawabkan dihadapan Allah ta'ala kelak dihari penghisaban. Wallahu ta'ala a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar