Selasa, 10 Oktober 2017

Qawaid wa Dhawabit Muhimmah Fie Masalatil 'Udzry Bil Jahliy (Kaidah-Kaidah Masalah Udzur Dalam Kejahilan ketiga

بسم الله الر حمن الر حيم

3. Kaidah ketiga

Islam dan kesyirikan itu saling berlawanan, Tidak mungkin Berkumpul Atau Menyatu Selamanya.

Allah ta'ala berfirman :

فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

"maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?" (Qs. Yunus 32).

Allah ta'ala berfirman :

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ ۚ

"Dialah yang menciptakan kamu, maka diantara kamu ada yang kafir dan diantara kamu ada yang beriman." (Qs. At-Taghabun 2).

Allah ta'ala berfirman :

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

"Sesungguhnya kami telah menunjuki jalan yang lurus ; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir." (Qs. Al- Insan 3).

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan dan Asy-Syaikh Abdullatif bin Abdirrahman --rahimahumallah-- telah berkata :

"Barangsiapa yang mengerjakan kesyirikan sungguh ia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya saling berlawanan dan tidak akan sekali-kali menyatu dan berkumpul. Keduanya saling mengguggurkan atau membatalkan, tidak mungkin berkumpul dan tidak mungkin saling mengangkat." selesai.

Karena itu suatu hal yang mesti bagi seseorang menetapkan salah satu dari dua hal yang berlawanan tersebut dengan mengangkat atau meninggikannya, sehingga keduanya tidak sama tingginya dan menetapkan kerendahan salah satunya dari dua hal yang berlawanan tersebut.

Alih bahasa : Abu Yahya As Sajiiy - Qismus Syar'i Laziz Muwahidin

Maroji : Asy-Syaikh Abu Abdirrahman Al-Qohthony fakkallahu asrah, Terbitan Pertama 1435 Hijriyyah. Al-Ghuraba Lil I`llam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar