Jumat, 20 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kelima_bersambung
#Sabtu, 1 Safar 1439 H

Perkara keenam : Jenis-jenis Tauhid

[a] Tauhid ar-rububiyyah, yaitu mentauhidkan Allah dengan perbuatan-perbuatan-Nya. Itu terwujud dengan meyakini bahwa Allah adalah yang menciptakan semua makhluk sendirian, memberi mereka rezeki sendirian, dan mengatur segala urusan sendirian. Mayoritas manusia—dengan fitrah mereka—meyakinibahwa Allah adalah Al-Khaliq (yang menciptakan), Ar-Raziq (yang memberi rezeki), Al-Muhyi (yang menghidupkan), dan Al-Mumit (yang mematikan).

Mereka mengakui semua itu dan membenarkannya.Bahkan sampai orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallaAllahu ‘alayhi wa sallamdan dihalalkan oleh beliau darah dan harta mereka pun membenarkan semua itu. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَفَسَيَقُولُونَ اللهُ.

“Katakanlah (Muhammad): 'Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang menguasai pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yangmengatur segala urusan?', maka mereka akan menjawab: Allah.” [Qs. Yunus: 31]

Tetapi tauhid ar-rububiyyah saja—dengan hamba mengimanibahwa Allah adalah yang menciptakannya,memberinya rezeki dan menghidupkannya— tidak cukup untuk masuknyadia ke dalam Islam selama dia tidak meyakini tauhid al-uluhiyyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar