Oleh : Abu Yahya As Sajiiy - Qismus Syar'i Laziz Muwahidin
Allah subhanah berfirman :
"Dan ingatlah juga, tatkala Rabbmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (Qs. Ibrahim 7).
Dalam ayat ini, Allah subhanah berfirman mengabarkan tentang Nabi Musa alaihissalam tatkala ia mengingatkan kaummya terhadap nikmat-nikmat Allah
subhanah yang ada pada mereka. Ketika itu Allah subhanah menyelamatkan mereka
dari kebengisan, penyiksaan dan penindasan Fir'aun dan pengikutnya. Setiap anak laki-laki mereka dibunuh dan anak perempuan dibiarkan hidup. Lalu Allah menyelamatkan mereka dari penderitaan itu, sebagai suatu nikmat yang sangat besar dari-Nya. (Lihat Tafsir Al-Misbahul Munir, Syaikh Sofiyurahman Al-Mubarokfury rahimahullah).
Dalam tafsir Al-Qurthubiy rahimahullah dikatakan : "Bahwa termasuk dari bentuk
kesyukuran apabila seseorang mampu menggunakan nikmat Allah subhanah dengan tidak melakukan kemaksiatan kepada-Nya. Dan hakekat syukur itu adalah
pengakuan terhadap nikmat yang telah diberikan Allah ta'ala kepada kita, dan
mempergunakan dijalan yang diridhoi-Nya".
Imam Al-Hadi rahimahullah berkata : "Sesungguhnya engkau telah diberikan rezeki, agar engkau taat kepada-Nya dan mensyukuri nikmat-Nya. Akan tetapi engkau
tidak mensyukuri-Nya, bahkan engkau menggunakan rezeki itu untuk berbuat
maksiat kepada-Nya." (Tafsir Al-Qurthubiy).
Imam Al-Qurthubiy rahimahullah berkata tentang firman Allah subhanah : "Dan jika
kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih", maksudnya adalah Allah ta'ala berjanji akan memberikan azab yang sangat pedih sebagaimana ia menjanjikan tambahan nikmat jika seseorang bersyukur.
Akhiru da'wana anilhamdulilahi rabbil alamin.
Maroji : Tafsir Al-Misbahul Munir, Syaikh Sofiyurrahman Al-Mubarokfury
rahimahullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar