Jumat, 06 Oktober 2017

INNA KAIDA KUNNA 'ADZIM (Sesungguhnya tipu daya para wanita adalah dahsyat)

Oleh : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy
Jum'at, 15 Muharrom 1439 H

     Melihat banyaknya para aktifis, muwahidin yang terjebak dalam fitnah wanita ini maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui dengan mengkaji tentang fitnah wanita ini, pintu pintu masuknya fitnah wanita, dan obat bagi yang telah terjangkit virus berbahaya ini

Allah Subhanahu wata'ala berfirman :

فَلَمَّا رَأَىٰ قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar. Surah Yusuf (12:28)

Allah subhanahuwata'ala menjadikan indah pada wanita dari berbagai macam sisi, hal itu menjadi ujian tersendiri bagi orang orang beriman dalam menjaga diri dari perbuatan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata'ala. Allah menjadikan fitnah wanita sebagai ujian dan filterisasi terhadap orang orang beriman yang dengan ujian dan filterisasj ini akan tampak apakah ia akan tetap teguh dengan pendirianya dalam ketaatan kepada Allah dengan menjauhi segala larangan untuk menjaga dari perbuatan dosa dan maksiat, ataukah hawa nafsu dan syahwat memperbudak nya sehingga ia di dikendalikan oleh keinginan dan syahwat yang condong kepada perbuatan dosa dan maksiat. sehingga perbuatan itu membuat murka Allah dan menyebabkan ia mendapat siksa Allah karna cenderung kepada hal hal yang telah di haramkan Allah Subhanahuwata'ala

tipu daya yang begitu besar yang terdapat pada diri wanita membuat sebagian dari orang orang beriman melakukan perbuatan dosa dan condong kepada sesuatu yang di haramkan oleh Allah subhanahuwata'ala, bahkan sebagian diantara mereka ada yang rela murtad dari agama islam karna tipu daya wanita yang begitu besar atau bahkan menjadikan wanita sebagai andad (tandingan tandingan) bagi Allah subhanahu wata'ala

Tidak sedikit mujahidin yang mereka berjihad meninggalkan harta dan keluarganya kemudian ia kembali kepada angan angan dunianya dan menjadi futur, kembali dari kehidupan jihadnya untuk menyambut panggilan sang istri yang menangis rindu karna ingin bertemu suaminya.

Tidak sedikit mujahidin yang mereka berada di balik terali besi. tertawan karna amaliyah jihadnya rela menjual diennya dan murtad dari agama Allah karna ketidaksabaranya dalam ujian yang diberikan Allah disebabkan karna ingin segera kembali pulang dan bertemu dengan istri dan keluarganya

bukankah ini adalah fitnah yang begitu besar?  Kalau saja mujahidin, dan murobitin yang berkumpul dengan orang-orang yang jujur dalam dien nya, serta kehidupanya dipenuhi dengan ilmu dan ketaatan saja bisa terperdaya, lalu bagaimana dengan kita? semoga Allah meneguhkan kita dalam ketaatan kepadanya dari fitnah besar wanita, dan Allah Subhanahu wata'ala maha membolak balikkan hati, tidak ada yang terjamin jalan nya selalu berada di atas Al Haq akan tetapi kita selalu berdo'a kepada Allah dari sikap condong kepada kebatilan dan kesesatan.

Rosululloh shollallahualaihi wasallam sangat menghati-hatikan kita dari fitnah wanita.
Rosululloh menegaskan kepada kita bahwa dunia ini manis dan indah di mata manusia, diantara manisnya dunia ini adalah adanya wanita, dan wanita adalah adalah fitnah besar yang pertama kali terjadi kepada bani israil.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.” (HR.Muslim [no. 2742 (99))

Allah Subhanahu wata'ala berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allâh-lah tempat kembali yang baik. [Ali ‘Imrân/3:14].

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

"Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita".

Begitu banyak ayat dan hadist yang memperingatkan kita dari bahaya besar fitnah wanita ini. lalu bagaimanakah fitnah wanita ini bisa menyerang laki-laki beriman?

Seseorang dengan mudah terinveksi virus fitnah wanita ini dan melanggar aturan yang telah ditetapkan Allah subhanahu wata'ala karna Hati yang jauh dari Allah Subhanahuwata'ala dan ketaatan kepadanya.

Hati yang jauh dari Allah, Hati yang jauh dari Allah dan lalai terhadap syariat-Nya serta hati yang tidak ada ketaatan terhadap syariat-syariat-Nya maka ia akan selalu condong kepada perbuatan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wata'ala. maka apabila dunia telah menggantikan posisi ketaatan hati kepada Allah, dan hatinya dipenuhi dengan titik-titik hitam maka yang tersisa di dalam hatinya hanya kesedihan, penyesalan, dan kecapekan.

Sebagaimana perkataan Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah:

مُحِبُّ الدُّنْيَا لَا يَنْفَكُّ مِنْ ثَلَاثٍ : هَمٌّ لَازِمٌ ، وَتَعَبٌ دَائِمٌ ، وَحَسْرَةٌ لَا تَنْقَضِى

Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal: (1) kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus, (2) kecapekan (keletihan) yang berkelanjutan, dan (3) penyesalan yang tidak pernah berhenti.

dengan begitu orientasi kehidupanya bukan untuk memikirkan bagaimana nasib kehidupanya setelah kematianya melainkan otientasi hidupnya adalah mencari hal-hal yang bisa membuat syahwat dan keinginanya terpenuhi, dengan begitu ia akan melakukan hal-hal yang telah diharamkan Allah subhanahu wata'ala.

kita bisa menyaksikan banyaknya kejahatan yang dilakukan oleh laki-laki disebabkan karna wanita, misal, seorang istri meminta kepada suaminya untuk membeli perhiasan, karna sang suami tak mempunyai harta yang cukup maka ia mencuri demi memenuhi keinginan istrinya dan itu bentuk tipudaya wanita yang sering terjadi. Dan ada pula laki-laki yang rela menjual diennya demi keinginan wanita untuk dinikahinya apabila ia murtad dari Agama Allah. hal itu terjadi karna jauhnya ia dari ilmu dan ketaatan kepada Allah subhanahu wata'ala.

Maka dari itu Ketaatan kepada Allah dan syariatnya harus diprioritaskan dan di tempatkan di atas segala urusan dengan begitu di dalam hatinya akan tertancap sikap benci terhadap pelanggaran syariat syariat Allah dan mencintai apa yang telah Allah perintahkan dalam segala urusan. meski fitnah wanita itu datang kepada dirinya akan tetapi apabila ketaatan kepada Allah lebih ia utamakan maka ia akan membentengi dirinya dari sikap yang dimurkai Allah dan ia tergolong orang orang yang teguh di atas prinsip yang bahkan rela mendapatkan kesulitan daripada harus mendurhakai Allah dan Rosul nya.

Allah Subhanahuwata'ala berfirman :

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Yusuf berkata: Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh. Surah Yusuf (12:33)

Terdapat pelajaran berharga bahwa ketaatan kepada Allah harus di utamakan di atas segala galanya. bahkan demi mentaati perintah Allah dari menahan diri dari tipu daya zulaikha maka nabi Yusuf 'alaihissalam rela dipenjara. semua itu karena sikap loyal dan keikhlasan terhadap syariat yang begitu tinggi dengan begitu apa yang ia pandang baik selalu di ukur dengan syariat dan apa yang ia pandang buruk selalu di ukur dengan syariat pula.  Didalam hatinya hanya ada Allah dan ketaatan kepadanya meski ia mendapatkan siksa, bahkan meski pun ia mati asalkan Allah Ridho maka ia menganggap nya itu lebih baik dari segala gala nya.

Seperti ucapan Ibnu Umar Rodhiallahuanhu : "Seandainya ada satu tasbihku yang aku ketahui diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala maka kematian lebih aku sukai" (Atsar sahabat).

Wallahua'lam Akhiru da'wana 'anilhamdulillahi robbil 'alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar