Kamis, 31 Agustus 2017

KHUTBAH IEDUL ADHA 1438 H NABI IBRAHIM `ALAIHISSALAM PELAJARAN TAUHID DI HARI EID

     Alhamdulillah pada kesempatan yang insyaallah berbarokah ini Laziz Muwahidin meyediakan khutbah Iedul Adha tulisan Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy semoga tulisan ini menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah subhanahuwaa`ala

Nabi Ibrahim `alaihissalam pelajarn tauhid di hari Ied
(Oleh : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy)

الحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَحْمَدُهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِمُحَامِدِهِ الَّتِي هُوَ لَهَا أهْلٌ ، وَأُثْنِي عَلَيْهِ الخَيْرَ كُلَّهُ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْهِ هُوَ جَلَّ وَعَلَا كَمَا أَثْنَى عَلَى نَفْسِهِ ، أَحْمَدُهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ المُتَوَالِيَةِ وآلَائِهِ المُتَتَالِيَةِ وَعَطَايَاهُ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى ، أَحْمَدُهُ جَلَّ وَعَلَا حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَاركَاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ جَلَّ وَعَلَا وَيَرْضَى ، أَحْمَدُهُ جَلَّ وَعَلَا عَلَى نِعْمَةِ الإِسْلَامِ وَعَلَى نِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَعَلَى نِعْمَةِ القُرْآنِ وَعَلَى كُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمَ بِهَا عَلَيْنَا فِي قَدِيْمٍ أَوْ حَدِيْثٍ أَوْ خَاصَةٍ أّوْ عَامَةٍ أَوْ سِرٍ أَوْ عَلَانِيَةٍ ، اَللّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِلهَ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ وَقَيُّوْمُ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِيْنَ وَخَالِقُ الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَآمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعَهُ، فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر ولله الحمد

ثم أما بعد

Sidang jama'ah shilat idhul adha yang di rahmati Allah subhanahuwata'ala

     Di hari Ied yang insyaallah ber barokah ini telah terukir dalam sejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh manusia ter khusus umat islam, yang pada kesempatan hari ini insyaallah khotib akan menyampaikan hari eidul adha yang ber bahagia ini terdapat pelajaran yang sangat berharga, dan semua itu di abadikan di dalam Al Qur'an yang Allah subhanahuwata'ala mengatakan bahwa Al Qur`an itu :

ذلك الكتاب لآ ريب فيه هدى للمتقين

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” ( Al Baqoroh: 2)

Allah subhanahuwata`ala memberitahuka kepada manusia bahwa tidak ada keraguan di dalam-nya (Al Qur`an). dan Al Qur'an akan selalu terjaga sampai hari kiamat. di dalmnya terdapat sebuah kisah yang tidak akan pernah di lupakan oleh manusia, sebuah kehidupan yang dilandasi akan keyainan sejati terhadap Robbul izzati, keyakinan yang begitu kuat dan tidak tergoyahkan oleh apapun, meski akal memandangnya adalah sesuatu yang gila, bodoh, keji, dan tidak bisa di cerna oleh hati maupun akal manusa.

kisah itu adalah dimana Nabi Ibrahim `allaihissalam menyembelih Nabi ismail `alaihissalam. dengan landasan hati yang teguhmsabar, dan keyakinan yang kuat terhadap kebenaran dari Robnya. bahwa apapun yang diperintahkan Robnya adalah sesuatu yang baik dan tidak ada suatu ke mudhorotan sedikitpun di dalamnya dan itu adaah murni Al haq, kebaikan, dan kemaslahatan bagi kehidupan. meskipun terkadang syari`at itu tidak tidak se laras dengan akal, hati dan naluri manusia. Allah subhanahuwata`ala berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Firman Allah subhanahuwata`ala tersebut menjelaskan bahwa aka, hati, dan naluri manusia harus di selaraskan dengan syari`at dan bukan justru syari`at ini harus di diskusikan dan di cari cari dimana yang sesuai dengan peikiran kebanyakan manusia.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر ولله الحمد

Jamaah sholat iedul adha yang drohmati allah subhanahuwataala

     Kisah yang terukir dalam sejarah yang sangat berharga tersebut adaah kisah nabi Ibrahim `alaihissalam yang menyembelih putra kesayanganya sebagai bentuk cinta nya terhadap Allah subhanahuwata`ala. dengan mentaati apa yang Allah subhanahuwata`ala perintahkan tanpa menimbangnya dan meskipun itu bertentangan dengan akal, hati, dan naluri manusia.

Allah subhanahuwata`ala berfirman :

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ (76) فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ (77) فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

Artinya, “Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam” (76) Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat (77) “Maka ketika Ibrahim melihat matahari terbit, dia berkata; inilah Rabku, ini lebih besar, namun tatkala ia (matahari) lenyap Ibrahim berkata, wahai kaumku sesungguhnya aku berlepas diri dari kesyirikan kalian.” (QS Al-An’am : 76-78)

Nabi ibrahim `alaihissalam dalam pencarianya terhadap Allah subhanahuwataala. ia melihat segala sesuatu yang besar yang nampak dianggapnya sebagai Rob, dan yang sebelumnya Nabi Ibrahim `alaihissalam berfikir itu sebagai Rob, ternyata ia bisa lenyap dan menghilang dengan begitu keyakinanya pun menghilang. pada awalnya Nabi Ibrahim `alaihissalam berfikir bahwa sesuatu yang besar yang ada di depanya adalah Rob yang menguasai seluruh alam, akan tetapi Nabi Ibrahim `alaihissalam diberinya petunjuk oleh Allah subhanahuwata`ala dan menyadari akan Allah subhanahuwata`ala lah Robnya. setelah apa yang ia anggap sebaai Rob itu lenyap, dan pada akhirnya Nabi Ibrahim `alaihissalam menyatakan keberlepasan dirinya dari kaumnya yang musyrik, segala kesyirikan kaumnya dan apa apa yang mereka ibadahi selain Allah itu.

Bagaimana bisa matahari yang menerangi bumi ini tidak di sembah padahal tanpa matahari mungkin tidak ada kehidupan di bumi ini, bagaimana bisa bulan yang memberikan sinar nya di kegelapan malam tidak di sembah padahal ia adalah cahaya yang menerangi malam yang gelap gulita, dan bagaimana bisa semua itu tidak di sembah?. semua itu karena segala sesuatu yang nampak besar dan yang memberikan kehidupan di seluruh alam ini adalah ciptaan Allah subhanahuwataala dan atas kehendaknya. Robbil alamin penguasa seluruh alam, dan Allah lah yang menciptakan matahari, bulan, bumi tempat kita perpijak dan langit sebagai atap bagi kehidupan manusia di bumi ini.

Sudah sepantasnya Allah subhanahuwata`ala adalah satu satu nya yang manusia ibadahi dan tidak di seutukan dengan segaa sesuatu pun karna tidak akan pernah ada yang sebanding denganya. segala kebenaran adalah apa yang dibenarkan oleh Allah subhanahuwata`ala dan rosulnya shollallahu`alaihiwasallam, yang tertulis dalam kitab suci Al Quran dan segala kesalahan adalah yang disalahkan oleh Allah subhanahuwata`ala dan Rosulnya shollallahu`alaihiwasallam, yang tertulis dalam kitab suci Al Quran.

maka tidak sepantasnya manusia membuat tandngan tandingan ajaran selain apa yang di ajarkan syari`at islam, ideologi selain islam, dan seseatu yang mereka aggap benar selain dari ajaran islam. maka itu adalah murni kebatilan dan mutlak adalah sesuatu yang pasti salah. karna islam lah yang paling benar dan apa yang di ajarkannya adalah sesuatu yang mutlak akan kebenaranya meskipun hal itu bertentangan denga akal, hati, dan naluri manusia.

Allah subhanahuwata`ala berfirman :

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (79)

Artinya, “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS Al-An’am : 79)

Keyakinan yang kuat itu ada pada diri Nabi Ibrahim `alaihissalam ketika Nabi Ibrahim `alaihissalam bertemu dengan Rob nya dan ia diberinya petunjuk.

Allah subhanahuwataala berfirman :

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (99) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111)

“Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Anak Nabi Ibrahim `alaihissalam yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah Nabi Ismail `alaihissalam karna Nabi Ishaq `alaihissalam lebih muda usianya dari Nabi Ismail `alaihissalam. ketika Nabi Ismail `alaihissalam sudah mencapai usia ghulam dan ia berada di usianya yang telah sya`ya yaitu usia dimana seorang anak telah mampu untuk bekerja. yaitu pada usia 7 tahun ke atas maka Nabi Ibrahim `alaihissalam menyampaikan apa yang diperntahkan Robnya kepada Nabi Ismail `alaihissalam.

Nabi Ibrahim `alaihissalam berkata kepada anaknya ``hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu``

Perlu dipahami bahwa mimpi para Nabi itu adalah wahyu yang harus dipenuhi. Dalam hadits mawquf –hanya sampai pada perkataan sahabat Ibnu ‘Abbas- disebutkan,

رُؤْيَا الأَنْبِيَاءِ فِي المنَامِ وَحْيٌ

“Penglihatan para nabi dalam mimpi itu wahyu.” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 2: 431)

     Nabi Ibrahim `alaihissalam dan Nabi Ismail `alaihissalam adalah manusia pilihan yang Allah Subhanahuwata`ala telah menetapkan kesabaran dan keteguhan serta keyakinan yang kuat di dalam hatinya akan kebenaran segala sesuatu yang diperintahkan oleh Robnya meskipun perintah itu adalah perintah untuk menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail `alaihissalam.

Nabi Ismail `alaihissalam bersabar dan berharap akan Ridho allah subhanahuwataala atas apa yang diperintahkan Allah subhanahuwata`ala terhadap dirinya yaitu perintah untuk disembelih oleh ayah nya sendiri. semua adalah perintah Allah subhanauwata`ala maka dengan kesabaran, keyakinan yang kuat dan ketakutan akan siksa Allah subhanahuwata`ala maka perintah itu pun dilaksanakan dan berserah diri terhadap apa yang telah di tetapkan oleh allah subhanahuwataala terhadap dirinya.

Kecintaan Nabi Ibrahim `alaihissalam terhadap Allah Subhanahuwata`ala lebih diutamakanya daripada kecintaan Nabi Ibrahim `alaihissalam terhadap keluarganya, dan kecintaanya terhadap keuarganya pun tidak menghalanginya dari ketaatan pada Allah dengan melaksanakan apa yang diperintahkan allah terhadapanya justru keluarganya lah yang membantu mendorong Nabi Ibrahim `alaihissalam untuk tetap teguh terhadap apa yang diperntahkan Allah Subhanahuwaa`ala terhadap dirinya

Maka nabi ibrahim tatkala meletakkan Nabi Ismail di pelipisnya, siap untuk di sembelih, dan pisau pun telah menempel pada leher Nabi Ismail `alaihissalam, maka pada saat itu juga Allah subhanahuwata`ala menggantinya (Nabi Ismail `alaihissalam) dengan sebuah domba besar. dan yang di sembelih Nabi Ibrahim `alaihissalam bukanlah Nabi Ismail `alaihissallam melainkan yang di sembelih Nabi Ibrahim `alaihissalam adalah domba gemuk sebagai rizki yang baik yang dikaruniakan oleh Allah subhanahuwata`ala terhadap hamba hambanya yang jujur, ikhlas, dan yakin terhadap segala ketetapan Allah subhanahuwata`ala itu adalah baik bagi kehidupan dirinya apabila di taati dan dilaksanakan.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر ولله الحمد

Jamaah sholat iedul adha yang drohmati allah subhanahuwataala.

Banyak pelajaran yang sangat berharga yang dapat di petik dari kisah Nabi ibrahim alaihissalam. kita dapat melihat betapa kuat keyakinannya terhadap segala sesuatu yang di tetapkan oleh Allah Subhanahuwata`ala itu dilaksanakan tanpa bertanya, dan tanpa mengeluh. karna keyakinan yang ter ukir di dalam hatinya adalah ``ini adalah perintah Allah subhanahuwata`ala maka ini pasti benar dan ini pasti baik``

Sayyid Qutub Rohimahulloh mengatakan bahwa sikap kita terhadap syariat islam adalah ``seperti seorang pemudadi depan komandanya``. Sikap yang wajib dijadikan sebaga pola pikir, dan sudut padang terhadap islam adalah dia siap dalam segala keadaan untuk taat dan patuh. jadi ketika islam memerintahkannya untuk sholat maka dia menunaika sholat, ketika islam memerintahkanya untuk zakat maka dia menunaikan zakat, ketika islam memerintahkanya untuk berbuat baik maka dia berbuat baik, dan ketika islam memerintahkanya untuk berjihad membela harta dan kehormatan kaum muslimin yang tertindas dengan harta dan jiwanya  maka ia  pun melaksanakan perintah itu tanpa banyak alasan, dan bertanya kenapa harus seperti ini dan kenapa harus seperti itu.

Allah subhaahuwata`ala berfirman :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya, “Katakanlah: sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am : 162)

Telah jelas tertulis dalam Al Quran bahwa kehidupan kita sebagai seorang muslim adalah mencurahkan segalanya untuk islam, hidup untuk islam, dan mati di atas kemuliaan islam

kita bisa melihat tentara ketika komandan nya memerintahkan prajuritnya untuk push up. maka tanpa banyak bertanya prajuritnya pun akan push up sebagai bentuk pelaksanaan perintah komandanya, dan bahkan jika komandannya memerintahkaya untuk masuk kedalam sungai yang deras maka sudah pasti prajuritnya itu pun akan masuk ke dalam sungai yang deras itu. meskipun prajurit itu tidak bisa berenang. karna pola pikir yang ada di dalam prajurit itu adalah ``meski saya tidak bisa berenang kalau saya tenggelam pasti komandan akan menyelamatkan saya`` maka prajurit itu pun masuk ke dalam sungai yang deras itu tanpa berfikir panjang.

Pola pikir seperti ini harus terukir keras dan jelas lebih jelas daripada ketaatan manusia terhadap mahluk. karna ukiran ketaatan itu adalah untuk Allah subhanahuwata`ala, ketaatan yang tidak boleh ada tandingan untuk menyelisihinya, dan semua itu harus tertanam kuat di dalam hati seorang muslim yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai wujud akan keyakinan hati nya terhadap kebenaran islam.

Taat terhadap islam dan segala yang di ajarkanya di setiap kondisi. bagaimaapun keadaan kita apabila Allah subhanahuwata`ala memerintahkan, dan tidak menyepelekan sesuatu yang hukumnya sunnah. apalagi  sesuatu yang wajib. maka harus dan wajib dilaksanakan oleh setiap muslim tanpa kompromi dan menari cari alasan untuk meninggalkanya. karena telah kita ketahui bersama bahwa ketika hukum itu menjadi wajib maka apabila dilaksanakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa.

Pada penghujung khutbah ini khotib kembali mengingatkan akan firman subhanahuwata`ala :

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Artinya, “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS Al-An’am : 79)

الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَ انْصُرْهُمْ علَىَ عَدُوِّكَ وَ عَدُوِّهِمْ. اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَ يُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَ يُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَ زَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَ أَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الظَّّالِمِيْنَ.

اَلَّلهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَ أَصْلِحْ لَناَ دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

الَّلهُمَّ ارْزُقْنَا قَبْلَ اْلَمْوتِ تَوْيَةً وَعِنْدَ الْمَوْتِ شَهَادَةً وَ بَعْدَ الْمَوْتِ رِضْوَانَكَ وَ الْجَنَّةَ. اللَّهُمَّ أَحْيِنَا مُؤْمِنِيْنَ طَائِعِيْنَ وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ تَائِبِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأّلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَ الْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَ النَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الأَخِرَةِ.

رَبَّنَا لاَتَجْعَلْنَا فِتْنَةً للذين كفروا واغفرلنا ربنا إنك أنت العزيز الحكيم

رَبَّنَا لاَتَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ونجنا برحمتك من القوم الكافرين

رَبّنا أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآإِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآإِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

والحمد لله رب العالمين

Rabu, 30 Agustus 2017

Pengumuman tempat sholat iedul adha wilayah bandar lampung

بسم الله الرحمن الرحيم

🌿🍇🌿 Pengumuman Sholat Iedul Adha 1438 H.

Untuk Ikhwah Muwahidin dan Keluarga di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya.

Hadirilah!!! Sholat Dan Khutbah Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438 Hijriyyah yang insyaalah akan dilaksanakan :

1. Pada tanggal 10 Dzulhijjah 1438 Hijriyyah.

2. Pukul 6.30 diharapkan sudah dilokasi, karena pukul 7.00 akan dimulai ibadah sholat ied.

3. Membawa tikar masing-masing.

4. Imam dan Khotib : Al Ustadz Abu Abdillah BA, Al-hafidz.

5. Lokasi : Ma'had Tahfidzul Qur'an Putri di Jl. Pulau Panggung (Ujung), Rt 33. Depan Warung Nasi Uduk "Woles" Desa Way Hui. Bisa masuk dari arah Griya Korpri atau arah Pasar Prumnas Way Kandis.

Contac Person :
(Ikhwan) : Akh Muhammad Ro'i : 0812-7861-4321
(Ummahaat/Akhowaat)Tlp/WA : 0821-8326-4175.

Insya Allah dilanjutkan dengan Pemotongan hewan qurban : Sapi 2 ekor dan kambing 8 ekor.

🌿🌿🌿 Bantu sebarkan kepada para muwahidin di Bandar Lampung dan sekitarnya.

Segenap Panitia mengucapkan Jazakumullahu khoiron katsiro.

Selasa, 29 Agustus 2017

Sihir, pencegahan dan penindkan

Selepas membeli kayu bakar, orang ini kemudian di rumahnya memilih kayu kayu tersebut. Tak terduga, dia mendapati sebuah kayu yang agak aneh, kayu tersebut dibungkus plastik dengan rapi, setelah dibuka ternyata kayu tersebut dipenuhi dengan paku paku dengan pola pakuan yang aneh. Melihat ada yang ganjil, dia pun pergi membawa kayu tersebut ke seorang Syaikh.

Syaikh berkata: "kayu ini adalah tumbal sihir, diperuntukkan atas satu keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan beberapa orang anak, selama paku ini masih menancap, satu keluarga tersebut tengah dalam keadaan sakit, dan hanya Allah yang mengetahui jenis sakitnya .." Lalu Syaikh itu berkata kembali: "Alhamdulillah kamu belum membakar kayu ini, jika itu kamu lakukan, nescaya satu keluarga tersebut akan Mati semua". Berikut cara rawatan sihir sesuai dengan resipi Rasulullah Saw

A. RAWATAN SIHIR

Rawatan sihir boleh dilakukan dengan dua cara:

Pertama, dengan ruqyah yang sesuai syariat

Di antara kaedah yang pernah dipraktikkan dan itu mujarab adalah

1. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara

Persiapan: Sediakan 7 daun bidara hijau, dan satu baldi air yang cukup untuk mandi.

Caranya:

a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar bilik mandi):

1) Baca ta'awudz: a-'uudzu billahi minas syaithanir rajiim
2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
3) QS. Al-A'raf, dari ayat 117 hingga 122
4) QS. Yunus, dari ayat 79 hingga 82
5) QS. Taha, dari ayat 65 hingga 70
6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
7) Minumkan air tersebut di atas 3 kali (boleh gunakan gelas kecil)
8) Gunakan selebihnya untuk mandi.
9) Cara seperti ini boleh dilakukan beberapa kali, hingga pengaruh sihirnya hilang.

(Kaedah ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).

2. Membaca beberapa ayat al quran kemudian ditiupkan

Caranya:

a. Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
b. Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih
c. Baca ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bahagian tubuh yang sakit.
d. Baca doa-doa ketika menjenguk orang sakit.

Kedua, menghancurkan simpul sihir

Cara kedua ini adalah kaedah menghilangkan sihir yang paling mujarab. Hanya saja, cara kedua ini agak sukar dilakukan, kerana perlu diketahui simpul sihir yang ditanam oleh dukun. Jika simpul sihir ini boleh dihancurkan maka pengaruh sihir akan hilang total. Simpul ini bak pengkalan tentera bagi si dukun untuk menyihir objek sasaran.

Sebagaimana hal ini pernah dialami oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berikut redaksi kisah yang lebih lengkap. Redaksi ini disebutkan oleh At-Tsa'alibi dalam tafsirnya dan dinukil oleh Ibnu katsir:

Dari Ibnu Abbas dan A'isyah radhiyallahu 'anhuma menceritakan:

Dulu ada seorang remaja Yahudi yang menjadi pelayan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga, datanglah beberapa orang Yahudi menemui anak ini. Sampai akhirnya si remaja ini mengambil rontokan rambut kepala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan potongan sikat rambut, dan dia berikan kepada orang Yahudi. Akhirnya, mereka gunakan rambut ini sebagai bahan untuk menyihir Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Pelaku sihir adalah seorang Yahudi Bani Zuraiq, namanya Labid bin A'sham. Simpul sihir dari rambut tersebut di tanam di telaga milik Bani Zuraiq, namanya sumur Dzarwan.

Kerana pengaruh sihir ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jatuh sakit, sehingga rambut beliau mudah gugur. Beliau seolah-olah melakukan sesuatu dengan isterinya padahal tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya beliau bermimpi, beliau melihat ada dua malaikat yang datang. Yang satu duduk di dekat kepala beliau dan yang satu duduk di dekat kaki beliau.

Malaikat pertama bertanya, "Apa

yang terjadi dengan orang ini?" "Dia tersihir." Jawab malaikat kedua. "Siapa yang menyihir?" Tanya malaikat pertama. "Labid bin A'sham orang Yahudi." Jawab malaikat kedua. "Dengan apa dia disihir?" Jawabnya: "Dengan rambut dan potongan sikat." "Di mana simpul sisirnya?" Jawabnya: "Dibungkus kulit mayang kurma, ditindih batu, di dalam sumur Dzarwan." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Kemudian beliau berangkat ke sumur Dzarwan di Bani Zuraiq bersama Ali bin Abi Talib, Zubair bin Awam, dan Ammar bin Yasir.

Ali diperintahkan untuk mengambil batu itu, untuk mengeluarkan bungkus simpul sihir. Ketika itu, Allah menurunkan dua surat Al-Muawidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas). Sebelumnya, Ali bin Abi Talib diperintahkan untuk membaca dua surat tersebut. Ternyata di dalamnya ada beberapa helai rambut dan potongan sisirnya. Di sana juga ada ikatan buntalan jumlahnya ganjil. Selanjutnya benda itu dimusnahkan dan sumurnya ditutup.

Seketika itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam langsung terasa ringan dan hilang pengaruh sihirnya. Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali, beliau sampaikan kepada isterinya:

يا عائشة, كأن ماءها نقاعة الحناء, أو كأن رءوس نخلها رءوس الشياطين

"Hai Aisyah, air perigi itu seperti terkena daun pacar (inai). Atau seolah pangkal mayang kurma seperti kepala syaitan. "(HR. Bukhari 5763)

Imam Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma'ad berkata:

Cara menyembuhkan sakit ini ada dua, di antaranya adalah mengeluarkan sumber sihir dan memusnahkan ia. Ini adalah cara yang paling sempurna. Sebagaimana terdapat riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahawa beliau berdoa kepada Allah tentang sumber sihir yang menimpa beliau, kemudian Allah tunjukkan bahawa pangkalnya ada di dalam sumur, dengan rambut dan potongan sikat dibungkus mayang kurma jantan. Ketika benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir itu langsung hilang, seolah beliau baru bebas dari ikatan. Inilah kaedah yang paling ampuh untuk mengubati orang yang terkena sihir. Seperti halnya menghilangkan sumber penyakit dalam tubuh (Zadul Ma'ad, 4: 113)

B. PENCEGAHAN DARI SIHIR

1- Dalam setiap keadaan senantiasa mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan bertawakkal kepadaNya, serta menjauhi perbuatan syirik dengan segala bentuknya.

2- Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta'ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu' Abbas Radhiyallahu 'anhu:

يا غلام! إني أعلمك كلمات, احفظ الله يحفظك ...

"Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, nescaya Allah akan menjagamu ..." [HR Tirmidzi]

3. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka". [HR Bukhari Muslim].

4- Membersihkan rumah dari salib, patung-patung, binatang yang dipelihara dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadis, bahawa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari peranti-peranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan muzik.

5. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahawa Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah". [HR Muslim]

6- Membentengi diri dengan doa-doa dan ta'awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do'a ketika masuk dan keluar rumah, do ' a ketika naik kenderaan, do'a ketika masuk dan keluar mas

jid, do'a ketika masuk dan keluar bilik mandi, do'a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir yang lain.

Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak mempunyai bahagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta'awwudzaat nabawiyah. "[Zaadul Ma'ad (4/116)]

7. Memakan tujuh butir kurma 'ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:

من تصبح كل يوم سبع تمرات عجوة لم يضره في ذلك اليوم سم ولا سحر

"Sesiapa yang makan tujuh butir kurma 'ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu". [HR Bukhari dan Muslim]

sumber :  Serial Ruqyah Syar'i Pondok Herbal dan Akhi Umat khalid
Kisah Nyata Dari Yordan - Dr. Tengku Asmadi bin T. Mohamad

BUAT KAMU YANG LAGI SEDIH


     Setiap orang pasti pernah merasakan kesedihan, gelisah, dan galau (gara gara loe gue kacau) istilah umum nya, seringkali kita melihat orang orang yang sedih apalagi dia jauh dari pengetahuan akan dien nya, hati nya jauh dari Allah maka kesedihan membuat nya terpuruk dan membuat kehidupannya susah.

rasa sedih di dalam hati nya itu menyakitinya bak duri yang menusuk nusuk daging. dan ketika seseorang jauh dari dien, hati nya sakit, mati, tidak adanya keyakinan yang baik atas segala ketetapan Rob nya. maka ia meluapkan kesedihan itu dengan hal hal yang menjerumuskan nya ke dalam sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dironya atau bahkan sampai melanggar batasan syariat dan berbuat dosa. mabuk minuman keras, atau kalau perempuan biasanya menyendiri nangis di pojokan atau di kamar kunci pintu "cekrek" ga mau keluar keluar, sampai lupa sholat dan baca Qur'an (karna ga ada bahu buat dia bersandar. "because he is jomblo :v), atau dia nulis status di fb dengan keluh kesah nya berharap orang komen dan like ( karna ga ada yg like dia makin setres :v ).

     Hal semacam itu tidak ada gunanya sama sekali dan cenderung sia sia dan tidak ada nilai nya di sisi Allah subhanahuwata'ala. hal semacam itu dilakukanya karna ia jauh dari Rob nya dan sedikit nya pengetahuan akan dienul islam karna malas mencari ilmu atau keyakinam akan tauhid dan baik nya segala apa yg ditetapkan Allah kurang. na'udzubillah semoga Allah menjaga kita dari tindakan buruk semacam itu ketika kesedihan sedang melanda hati kita.

maka dari itu seorang muslim layak nya ketika ia bersedih ia berdo'a kepada Allah subhanahuwata'ala dan bersungguh sungguh dalam do'a nya serta berdo'a dengan adab yang telah disyari'atkan. hendaknya ia berwudhu dan sholat, mulut dalam keadaan bersih, makanan yg ia makan halal, pakaian yg ia kenakan halal dan kemudian ia berdo'a kepada Allah dengan mencurahkan seluruh kesedihan. kegalau an. keluh kesah dan seluruh beban nya kepada Allah

berikut adalah do'a ketika hati kita sedang tertembak peluru galau, atau terkena virus sedih yang telah diajarkan oleh Rosululloh shollallahu'alaihiwasallam :

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَ ابْنُ عَبْدِكَ، وَ ابْنُ أَمَتِكَ،

نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ،

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَلَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ،

أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ،

أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ،

أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَ نُوْرَ صَدْرِيْ،

وَ جِلاَءَ حُزْنِيْ ،وَ ذَهَابَ هَمِّيْ.

“Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba-Mu (yang perempuan), ubun-ubunku di tangan-Mu, telah lewat bagiku hukum-Mu, adil takdir-Mu bagiku. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelapang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku.”  (HR. Ahmad, 1/391 no. 3527, dan Nilai sahih)

     Insyaallah dengan kita serius dan benar benar menaruh harapan solusi atas kesedihan, ke galau an karna lamaran ditolak, atau ga punya duit, gundah gulana semua akan diberikan Allah subhanahuwata'ala solusi terbaik. bukan yang kita inginkan yang bakal Allah berikan kepada kita tapi Allah akan memberikan apa yang perlu bagi kita dan apa yang kita butuhkan.

jadi .. bagi yang masih sedih usap air mata itu dan tahan sejenak menunggu waktu mustajab untuk berdoa datang. ketika waktu nya tiba jadilah hamba yang memohon segala kebutuhan, mengeluh segala kesusahan, dan menaruh harapan nya kepada Allah subhanahuwata'ala semata. maka segala solusi Insyaallah akan di dapatkan karna do'a lah jalan satu satu nya merubah takdir. [oleh : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy}

Senin, 28 Agustus 2017

Renungan Kehidupan


نَحْنُ لَا نَمْلِكُ تَغْیِیْرَ الْمَاضِي

Kita tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi di masa lalu

وَ لَا رَسْمَ الْمُسْتَقْبَلِ

Juga tidak bisa menggariskan masa depan

فَلِمَاذَا نَقْتُلُ أَنْفُسَنَا حَسْرَةً

Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?

عَلَى شَيْءٍ لَا نَسْتَطِیْعُ تَغْیِیْرَهُ؟

Atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah

اَلْحَیَاةُ قَصِیْرَةٌ، وَأَهْدَافُهَا كَثِيْرَةٌ

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak

فَانْظُرْ إِلَى السَّحَابِ
وَلَا تَنْظُرْ إِلَى التُّرَابِ

Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

إِذَا ضَاقَتْ بِكَ الدُّرُوْبُ
فَعَلَیْكَ بِعَلَّامِ الْغُیُوْبِ
وَقُلِ الْحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ

Kalau merasa jalan sudah sempit, kembalilah ke Allah yang Maha Mengetahui yang gaib!
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja

سَفِيْنَةُ (تَايْتَنِكْ) بَنَاهَا مِئَاتُ الْأَشْخَاصِ

Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang

وَسَفِيْنَةُ ( نُوْحٍ ) بَنَاهَا شَخْصٌ وَاحِدٌ

Sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang

اَلْأُوْلَى غَرِقَتْ، وَالثَّانِيَةُ حَمَلَتْ اَلْبَشَرِيَّةَ

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia

اَلتَّوْفِيْقُ مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

Taufik hanya dari Allah SWT

نَحْنُ لَسْنَا السُّكَّانَ الْأَصْلِيِّيْنَ
لِهَذَا الْكَوْكَبِ الْأَرْضِ !!
بَلْ نَحْنُ نَنْتَمِيْ إِلَى ( الْجَنَّةِ )

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga

حَيْثُ كَانَ أَبُوْنَا آدَمُ
يَسْكُنُ فِي الْبِدَايَةِ
لَكِنَّنَا نَزَلْنَا هُنَا مُؤَقَّتًا 
لِكَيْ نُؤَدِّيَ اخْتِبَارُا قَصِيْرًا
ثُمَّ نَرْجِعُ بِسُرْعَةٍ 

Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali. Kita tinggal di sini hanya untuk sementara, Untuk mengikuti ujian singkat, lalu segera kembali.

فَحَاوِلْ أَنْ تَعْمَلَ مَا بِوُسْعِكَ
لِتَلْحَقَ بِقَافِلَةِ الصَّالِحِيْنَ
الَّتِيْ سَتَعُوْدُ إِلَى وَطَنِنَا الْجَمِيْلِ الْوَاسِعِ
وَلَا تُضَيِّعْ وَقْتَكَ فِيْ هَذَا الْكَوْكَبِ الصَّغِيْرِ

Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah orang-orang salih, Yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas. Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini..!

اَلْفِرَاقُ: لَيْسَ السَّفَرَ، وَلَا فِرَاقَ الْحُبِّ، حَتَّى الْمَوْتِ لَيْسَ فِرَاقًا
سَنَجْتَمِعُ فِي الْآخِرَةِ
اَلْفِرَاقُ هُوَ: أَنْ يَكُوْنَ أَحَدُنَا فِي الْجَنَّةِ،
وَالْآخَرُ فِي النَّارِ
جَعَلَنِيَ رَبِّيْ وَإِيَّاكُمْ مِنْ سُكَّانِ جَنَّتِهِ..

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh, Atau karena ditinggal orang tercinta, Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita pasti akan bertemu di akhirat. Perpisahan yang sebenarnya itu adalah, Jika salah satu diantara kita di surga dan yang lain di neraka. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!

وَالْحَيَاةُ مَا هِيَ إِلَّا قِصَّةٌ قَصِيْرَةٌ !!
( مِنْ تُرَابٍ .  تُرَابٌ . إِلَى تُرَابٍ )
( ثُمَّ حِسَابٌ . فَثَوَابٌ . أَوْ عِقَابٌ  )

Hidup ini adalah cerita pendek, dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah, Lalu hisab (yang hanya menghasilkan dua kemungkinan) pahala atau siksa.

فَعِشْ حَيَاتَكَ للهِ - تَكُنْ أَسْعَدَ خَلْقِ ﷲ
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Maka, Hiduplah untuk Allah niscaya kau akan jadi makhluk-Nya yang paling bahagia. Ya Rabb untukMu segala puji yang layak untuk kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasan-Mu! [ Channel telegram penyejuk Qolbu ]

PERBAIKILAH ANAKMU DENGAN IBADAH

Orang yang selalu menjaga Allah ketika masih muda dan kuat, Allah akan selalu menjaganya ketika sudah tua dan lemah. Allah akan menjaga pendengarannya, penglihatannya, kekuatannya dan akalnya.

Dahulu ada sebagian ulama yang usianya melebihi 100 tahun tapi ia masih kuat badannya dan sehat akalnya. Ketika ditanya rahasianya ia menjawab, "Badan ini dulu ketika masih mudah aku selalu menjaganya dari perbuatan maksiat. Maka sekarang Allah menjaganya ketika aku sudah tua."

Sebaliknya, dulu ada orang yang ketika muda mengabaikan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah, maka Allah pun menjadikannya lemah di usia tua dan akhirnya ia menjadi pengemis.

Adakalanya Allah menjaga orang yang shalih sampai keturunannya, sebagaimana firman Allah, "Dahulu ayah kedua anak ini adalah seorang lelaki yang shalih." Maksudnya, kedua anak itu dijaga oleh Allah karena keshalihan ayah mereka dahulu.

Dulu, Said bin Al Musayyib mengatakan kepada anaknya, "Nak, aku akan menambah jumlah rakaat shalat sunnahku dengan harapan agar Allah menjagamu."

Umar bin Abdul Aziz mengatakan, "Setiap orang beriman yang meninggal dunia, pasti Allah selalu menjaga keturunannya."

Ibnul Munkadir mengatakan, "Sungguh Allah akan menjaga orang yang shalih sampai kepada anaknya, cucunya dan lingkungan sekitarnya. Mereka selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah."

Semoga Allah selalu menjaga kita dan menjadikan kita serta keturunan kita orang-orang yang shalih. Aamiin.

[Jamiul Ulum wal Hikam" karya Ibnu Rojab Al Hambali]

NASEHAT UNTUK PENGHAFAL QURAN

حامل القرأن

" بقدر ملازمتك للقرآن بقدر ما يعطيك القرآن من أسراره وكنوزه..   وكلٌ يفتح الله عليه بابا من أبواب الفهم للقرآن ودلالاته "

semakin banyak waktu yg kamu habiskan dengan al qur'an maka semakin banyak pula rahasia dan kekayaan makna yg diberikan nya kepada mu, dan setiap orang yg melazimi nya akan dibukakan untuk nya pintu dari pintu pintu memahami al quran dan petunjuk nya.

حامل القرأن

" سلوا أصحاب القرآن عن متعة التسميع أمام معلم يفخر بك إذا رآك مجتهدًا ويخاف عليك إن رآك مهموماً فيأخذ فؤادك إليه بالدعاء ".

bertanyalah kepada para penghafal al quran tentang kenikmatan ketika membaca al quran di depan guru mereka. sang guru akan bangga dengan mu ketika melihat mu bersungguh sungguh, tetapi apabila dia melihat mu bersedih, maka dia akan memegang hati mu dan mendoakan nya.

حامل القرأن

" الوحدة .. العزلة .. الإنفراد
يعتبرها بعضهم مرضًا نفسيا يحتاج للعلاج ..!!
ويعتبرها أهل القرآن نعمة يهربون من الناس لأجلها !! "

menyendiri..
sebagian dari manusia menganggap nya adalah penyakit psikologi yg membutuhkan terapi..!!
dan bagi penghafal al quran hal itu adalah kenikmatan yg membuat mereka meninggalkan keramaian manusia untuk mendapatkan nya

حامل القرأن

" من عجائب القرآن أنه سهل الحفظ سريع التفلت ، وذلك لكيلا يزاحمه أحد ، فيكون هو شغلك الشاغل وصاحبك الدائم وأنيسك في الليل والنهار ".

dari keajaiban al quran, menghafal dan melupakan nya sangat lah mudah, agar dia tidak tersisihkan oleh yg lain nya, maka jadikanlah ia kesibukan utama mu, dan teman mu selama nya, dan penghibur mu di siang dan malam hari.

حامل القرأن

" في زمن كثرت فيه الملهيات والمتغيرات والفتن بشتى أشكالها لابد أن تستميت من أجل أن تبقى في عداد الحفّّاظ لكتاب الله ".

di zaman yg telah banyak sekali tempat hiburan, dan semua hal yg berubah dengan cepat, dan fitnah dengan segala bentuk nya, maka anda harus berjuang dengan keras untuk selalu berada bersama para penghafal al quran.

حامل القرأن

" وأنت تقرأ القرآن ابحث عن نفسك بعد كل اية ، ستجد ما يقصدك ويعنيك ستجد ما ينفعك ويحتويك، ستجد دواء يشفيك، وسعادة تكسُر همّ ماضيك ".

ketika anda membaca al quran, carilah diri mu setiap kali engkau selesai membaca setiap satu ayat, anda akan mendapatkan sesuatu yg memberikan mu petunjuk dan menolong dan meliputi mu, anda akan menemukan obat yg menyembuhkan mu, dan kebahagiaan yg memecahkan kegelisahan mu.

حامل القرأن

" كم من دمعة مسحها القرآن وكم من جرح ضمده القرآن وكم من روح آنس وحشتها القرآن كم هم أهل القرآن في نعمة عظيمة لا يستشعرها سواهم "

betapa banyak air mata yg dihapus oleh al quran, betapa banyak luka yg diobati oleh al quran, dan betapa banyak ruh yg ditenteramkan oleh al quran, betapa banyak penghafal al quran yg berada di kenikmatan yg agung, yg tidak dapat dirasakan oleh selain mereka.

حامل القرأن

" عندما تستصعب سورة أو تعسر حفظك لها كررها واستشعر كم قرأت من حرف والحرف بكم حسنة ومايضاعفها
ستجد نفسك مقبلًا  بعزيمة وإصرار ".

ketika anda merasa berat menghafal satu surat dari al qur'an maka ulangilah membaca nya dan rasakanlah berapa banyak pahala yg engkau dapatkan dari bacaan mu. anda akan mendapatkan diri anda mempunyai tekad dan ketetapan hati yg kuat.

حامل القرأن

" ما دمنا مع القرآن
فلن يضيعنا الله ".

selama kita bersama al qur'an, maka Allah tidak akan pernah menyia nyiakan kita

حامل القرأن

" لا تبعدك المعاصي عن القرآن فإنها والله أكبر ما يحول بين الحافظ والقرآن ".

jangan sampai maksiat menjauhkan mu dari al qur'an, karena sesungguh nya demi Allah yg maha besar, tidak akan pernah berpisah antara al qur'an dan penghafal nya

حامل القرأن

" من أقبل على القرآن بِكُل مافيه أقبل عليه القرآن "

siapapun yg datang kepada al qur'an dengan segala yg dipunyai maka al qur'an pasti mendatangi nya

حامل القرأن

" ذٰلك القرآن عَزيز لايُعطى لِمن أخذه بِضَعف أو تكاسل،
خُذه بِحقه!! "

al qur'an sangatlah mulia, tidak diberikan kepada siapa saja yg mencari nya dengan lesu dan malas,
raihlah ia dengan sekuat tenaga !!

حامل القرأن

" يامن رزقك الله وامتن عليك بأن جعل صدرك مستودعاً لكلامه ،أحسن الحفظ .. واحفظ الأمانة ،

فحري بصدر

يحمل كلام الله
أن لايحمل إلا ك

ل خير "

wahai engkau yg telah dikaruniakan oleh

Allah dan diberikan kenikmatan dengan dijadikan nya dada mu menjadi tempat dititipkan nya al qur'an..e
perbaikilah hafalan mu, jagalah amanah ini...
maka sudah sepatut nya untut setiap pembawa al quran ini untuk tidak mengisi nya kecuali dengan kebaikan

حامل القرأن

" لا تدع فرحة الحفظ تلهيك عن تثبيته ..
فالمحافظة على القرآن في صدرك يحتاج منك عناية
من مداومة على تلاوته واستظهاره وقيام به بالليل ".

jangan sampai rasa bangga dengan keberhasilan hafalan melalaikan mu dari mengulang nya, Karena menjaga AlQur'an agar tetap di dadamu membutuhkan istiqamah dalam membacanya, terbangun bersamanya di keheningan malam

حامل القرأن

" لا تيأس وتقول لم أتقن  الزمن أمامك ..
والحياة مشرقة بهيّة
فقط ثبت قدمك ..
واستمر بطريقك
وسوف تلقى مايسرك ".

jangan putus asa sehingga menjadikan mu berkata, " aku tidak mampu melancarkan nya". kesempatan berada di depan mu, dan kehidupan ini bersinar dengan indah..
hanya kokohkan pijakan mu..
dan lanjutkan dengan cara mu..
kamu pasti menemukan kemudahan.

حامل القرأن

" قال أحد السلف لطلابه : أتحفظ القرآن ؟
قال : لا
قال : مؤمن لا يحفظ القرآن ! فبم يتنعم ! فبم يترنم ! فبم يناجي ربه !"

salah satu dari salaf bertanya kepada murid nya, "apakah kamu menghafal al qur'an?
murid : " tidak"
guru : "seorang mukmin yg tidak menghafal al qur'an ! dengan apakah ia merasakan kenikmatan ! dengan apakah ia bersenandung ! dan dengan apakah ia bermunajat kepada Pencipta nya!
حامل القرأن

" إذا أحسست بثقل في إتمام وردك فاعلم أن هناك ذنبا جثم على القلب فكدره.
قال عثمان رضي الله عنه
لو صفت قلوبنا ما شبعت من كلام ربنا "

apabila engkau merasakan berat nya menyempurnakan wirid mu, maka ketahuilah bahwa terdapat dosa yg menetap di hati mu, maka bersihkanlah.

Utsman رضي الله عنه berkata : "apabila hati kita telah bersih maka kita tidak akan pernah bosan dengan al qur'an

حامل القرأن

" لا تتعثر مهما كثرت في طريقك العقبات ..
لا بد من العقبات ..
ولا بد من الصبر ..
بل المصابرة والمجاهدة.... "

jangan sampai engkau tersandung dengan banyak nya rintangan di jalan yg sedang kau lalui saat ini...
sudah seharus nya rintangan itu hadir..
dan sudah seharusnya kesabaran selalu menemani...
bahkan dengan terus bersabar dan berjuang.
♦بلغ غفر الله لك

[Griya Tahfidz Quran]