بسم الله الر حمن الر حيم
#Kajian_Tauhid
#kesebelas_Terakhir
#Jum'at, 7 Safar 1439 H
Thaghut-thaghut itu banyak, yang paling utama di antara mereka lima:
1. Syaitan. Dalilnya firman Allah Ta’ala:
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آَدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ، إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ.
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian wahai anak cucu Adam agar kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” [Qs. Yasin: 60]
Setan adalah thaghut akbar yang terus-menerus berusaha memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah. Ada juga di antara manusia yang menyertai setan dalam menghalangimanusia dari beribadah kepada Allah, dan mereka itu juga thaghut-thaghut.
2. Penguasa zhalim yang mengubah hukum-hukum Allah Ta’ala. Dalilnya firman Allah Ta’ala:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آَمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ،وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا.
“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu, mereka ingin berhukum kepada thoghut padahal mereka telah diperintahkan untuk kufur kepadanya. Dan setan ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh.” [Qs. an-Nisa’: 60]
3. Orang yang memutuskan dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah. Dalilnya firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ.
“Dan barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” [Qs.al-Ma’idah: 44]
Jika hakim atau qodhi memutuskan di antara dua orang yang bersengketa dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah, seperti menggunakan undang-undang buatan manusia, adat-istiadat, serta tradisi-tradisisuku dan kabilah, maka dia telah murtad dari agama Allah dan menjadi taoghut.
Orang yang memutuskan dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah adalah kafir. Dan orang-orang bersengketa yang berhukum kepadanya juga kafir. Allah Ta’ala berfirman:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
“Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka atas putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [Qs. an-Nisa’: 65]
Allah Subhanahu menafikan keimanan dari mereka karena mereka tidak menegakkan hukum Allah di antara mereka dan berhukum kepada thaghut.
4. Orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib. Dalilnya firman Allah Ta’ala:
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللهُ، وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
.“Katakanlah (Muhammad): Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” [Qs. an-Naml: 65]
Barangsiapa mengklaim bahwa dia mengetahui perkara ghaib, maka dia adalah thaghut yang mendustakan ayat al-Qur-an al-Karim yang jelas. Dan wajib atas seorang muslim untuk menghidari pergi ke setiap orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, seperti para penyihir, para dukun, dan para peramal dan tidak mempercayai mereka dalam apa yang mereka klaim. Sebab,
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَىمُحَمَّدٍ
.“Barangsiapa mendatangi seorang dukun atau seorang peramal, lalu dia membenarkan apa dikatakannya, maka dia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan dihasankan oleh Syu’aib al-Arna’uth]
5. Orang yang disembah selain Allah dan dia ridha dengan penyembahannya,atau orang yang menyeru manusia untuk menyembah dirinya. Dalilnya firman Allah Ta’ala,
وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ، كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
.“Dan barangsiapa di antara mereka berkata: ‘Sesungguhnya aku adalah tuhan selain Allah,’ maka orang itu Kami beri balasan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zholim.” [Qs. al-Anbiya’: 29]
Ibadah adalah haq Allah ‘azza wa jalla (atas hambanya). Tidak boleh bagi seorang pun untuk menyeru manusia untukmenyembah dirinya atau untuk menyembah seseorang selain Allah Ta’ala. Barangsiapa melakukan itu, atau dia tidak melalukan itu tetapi ridha disembah selain Allah, maka dia adalah thaghut.Demikianlah. Dan sesungguhnya manusia tidak menjadi orang yang beriman kepada Allah kecuali dia kufur kepada thoghut. Dalilnya firman Allah Ta’ala:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ، قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ، فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ.
“Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas(perbedaan) antara kebenaran dan kesesatan. Barangsiapa kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang pada tali yang kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Qs. al-Baqarah: 256]
Kebenaran (ar-Rusydu) adalah agama Muhammad shallaAllahu ‘alayhi wa sallam, kesesatan (al-Ghoyy) adalah agama Abu Jahl, sedangkan tali yang kuat (al-‘urwah al-wutsqo) adalah syahadat laa ilaaha illaAllah.Hamba tidak dianggap berpegang pada tali yang kuat (tauhid) kecuali jika padanya terdapat dua sifat: kufur kepada thaghut dan iman kepada Allah.Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada semua keluarga dan sahabatnya.
Judul Kitab Asli: ‘Asyru Masail fil ‘Aqidah La Yasi’ul Muslim Jahluhu wa Yajibu ‘alayhi Ta’allumuhu
Judul Terjamah: Sepuluh Perkara dalam ‘Aqidah yang Tidak boleh Boleh Tidak Diketahui Oleh Seorang Muslim dan Wajib Dipelajari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar