بسم الله الر حمن الحيم
MENJAUHI HATI YANG MATI
Selasa, 9 Muharrom 1439 H
Allah Subhanahuwata'ala berfirman :
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. 2:74
Allah Subhanahu wata'ala membagi hati menjadi tiga macam: dua hati terkena fitnah dan satu hati yang selamat. dua hati yang terkena fitnah adalah hati yang di dalamnya ada penyakit dan hati yang keras (mati). Sedangkan yang selamat adalah hati orang mukmin yang merendahkan dirinya kepada Allah Subhanahu wata'ala.
Hati yang mati adalah hati yang tidak ada kehidupan di dalamnya. ia tidak mengetahui Allah Su hanahu wata'ala. Ia bahkan selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya. Dengan begitu, ia akan di murkai dan di benci Allah Subhanahu wata'ala. Ia tidak memperdulikan semuanya, asalkan mendapat bagian dan keinginanya, baik Allah subhanahu wata'ala Rela maupun murka. jika ia mencintai ia mencintai karna hawa nafsu nya. jika ia membenci ia membenci karna hawa nafsu nya. jika ia memberi ia memberi karna hawa nafsu nya. jika ia menolak ia menolak karna hawa nafsunya. Hawa nafsu adalah pimpinanya, Syahwat adalah komandanya, kebodohan adalah sopir nya, kelalaian adalah kendaraanya, ia terbuai dengan pikiran untuk mendapatkan tujuan tujuan duniawi, mabuk oleh hawa nafsu dan kesenangan diri.
Oleh karena itu berbaur dengan orang yang memiliki hati se macam ini adalah penyakit, bergaul denganya adalah racun, dan berteman denganya adalah kehancuran.
Ibnu Abbas Rodhiallahuanhu berkata : Sesungguhnya ada suatu kaum setelah Allah Subhanah uwata'ala menghidupkan orang yang mati dibunuh, lalu mengabarkan pembunuhnya, , kemudian mereka mengingkari pembunuhan itu seraya berkata, "Demi Allah kami tidak membunuhnya" padahal mereka telah melihat berbagai bukti dan kebenaran kemudian Allah Subhanahu wata'ala menggambarkan dalam QS Al Baqoroh 2:74 Itulah gambaran hati yang mati dan keras.
Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy
Muroji : Ibnu'l Qoyyim Al Jauziyyah, Ighasatu lahfan fie masyadi asy syaitoni, juz 1 t.t 44 dan juz 2 t.t 1074
Tidak ada komentar:
Posting Komentar