بسم الله الر حمن الر حيم
#Kajian_Tazkiatun_nafs
#kelima_bersambung
#Sabtu_1_Safar_1439_H
Oleh : Nuruddin Zinkiy Fakkallahu Asroh
Medan Jihad adalah tempat jual beli antara mujahid dengan Allāh Azza wa Jalla.
Di dalam nya, Allāh menguji mana dagangan yang baik dan mana dagangan yang buruk.
Allāh telah menetapkan dalam Surah At-Taubah ayat 111, bahwa Mahar untuk mendapatkan Jannah Allāh Subhanahu wa Ta'ala, yaitu dengan cara kita membunuh atau terbunuh. Kita menjual harta dan jiwa kita untuk mendapatkan Jannah Allāh Ta'ala.
Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." [QS. Al-Taubah: 111]
Medan jihad merupakan tempat ujian bagi orang yang ingin berjual beli dengan Allāh. Karna kesyahidan itu tak semudah yang kita bayangkan, butuh waktu dan proses yang panjang.
Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصّٰبِرِينَ وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ وَلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُونَ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوٰلِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
[QS. Al-Baqarah : Ayat 153-155].
Ayyuhal Ikhwah! Apakah kalian hendak mengatakan bahwa masuk surga itu semudah membalikkan telapak tangan? Apakah kalian menganggap masuk surga itu tanpa ujian?.
Sungguh semua ini membutuhkan kejujuran! Ya, kejujuran keimanan kita kepada Allāh, Kejujuran dalam berjihad di jalan Nya, dan kejujuran dalam mengharap syurga-Nya.
Jannah itu mahal Ikhwah! Dengan apa kalian mengharapkan Syurga jika bukan dengan Jihad fie Sabilillāh. Sedangkan Jihad sekarang ini Fardhu Ain.
Nah, bagaimana kalian akan berharap Jihad kalian di penuhi kesenangan, sedangkan Jihad itu sendiri adalah tempat di penuhi dengan ujian. Jihad tidak semudah perkataan dan ucapan. Ia tak seindah yang kita saksikan di video-video. Karna apa yang kita saksikan adalah hasilnya bukan prosesnya.
Jika kita sudah langsung terjun ke dalam nya, baru kita merasakan betapa beratnya apa yang di rasakan para Mujahidin. Beban mereka bukan beban yang berupa fisik saja, namun mereka juga harus berhadapan dengan ujian mental yang jauh lebih menyakitkan. Rasa takut, Jauhnya perjalanan, kelaparan, Luka yang tidak diobati kecuali dengan persediaan yang ada. Letih tubuh karna harus berpindah dari satu tempat menuju tempat yang lain nya. Kehujanan, kepanasan dan seterusnya.
Keadaan mereka hanya dimengerti oleh orang-orang yang mengalaminya. tidak sampe di situ saja ujian yang mereka rasakan. Mereka harus mendapatkan cacian dan makian yang sangat pahit dari para Mukhodzilun. Wallāhul Musta'an.
Di medan-medan Ma'rokah seperti inilah akan nampak watak asli seseorang. Jika ia adalah orang yang penyabar maka Ia akan dapat bersabar, namun bila ia orang yang memiliki karakter buruk maka semua akan terlihat di saat-saat yang sulit. Dengan ujian-ujian di medan jihad akan semakin mentarbiyyah orang-orang yang shiddiq, semakin mempertebal keimanan dan ketaqwaannya. Maka tidak diherankan bila seorang Mujahid adalah orang yang paling dekat hubungan nya dengan Allāh Subhanahu wa Ta'ala.
Dunia merupakan sijn (penjara) bagi orang-orang mu'min, dan ia merupakan kesenangan sementara bagi orang-orang kafir. Dengan ujian di medan jihad, akan mengikis orang orang-orang Munafiq dan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Karna otomatis mereka enggan untuk menghadapi kematian dan paling takut terhadapnya. Mereka adalah orang yang paling pertama kali keluar dari peperangan.
Maka Tsabbat dan Istiqomah di medan jihad merupakan sifat orang-orang yang beriman. Sedangkan futur dan rasa lemah adalah sifat orang-orang Munafiq. Wallahu Ta'ala A'lam
Kita memohon kepada Allāh Subhanahu wa Ta'ala keIstiqomahan hingga kesyahidan kita. Aminn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar