Selasa, 31 Oktober 2017

Laporan sementara Infaq Pembangunan Mushola dan Renovasi Ma'had Ma'had Abdullah Bin Mubarok Putra - Lampung Selatan

بسم الله الر حمن الر حيم

Rabu, 9 Safar 1439 H

Rabu, 5 Safar 1439 H - Rabu, 9 Safar 1439 H

Rekening BCA : 1530288907
A/n : Adib Budi Wicaksono

1.) Rabu, 5 Safar 1438 H
Hamba Allah : 500.000,-

2.) Kamis, 6 Safar 1439 H
Hamba Allah : 220.000,-

3.) Jum'at, 7 Safar 1439 H
Hamba Allah : 50.000,-

4.) Sabtu, 8 Safar 1439 H
Hamba Allah : 50.000,-
Hamba Allah : 100.000,-

5.) Ahad, 9 Safar 1439 H
Hamba Allah : 1.000.000,-

6.) Senin, 10 Safar 1439 H
Hamba Allah : 250.000,-
Hamba Allah : 150.000,-

7.) Selasa, 11 Safar 1439 H
Hamba Allah : 200.000,-
Hamba Allah : 500.000,-
------------------------------------------------- +
Jumlah = Rp. 3.020.000,-

BRI : 3094-0102-2658-538
A/n : Adib Budi Wicaksono

1.) Kamis, 6 Safar 1439 H
Hamba Allah : Rp. 200.000,-

2.) Jum'at, 7 Safar 1439 H
Hamba Allah : 200.001,-

3.) Ahad, 9 Safar 1439 H
Hamba Allah : 2.500.000,-
Hamba Allah : 20.000,-

4.) Senin, 10 Safar 1439 H
Hamba Allah : 166.839,-
Hamba Allah : 50.000,-
Hamba Allah : 200.000,-

5. Selasa, 11 Safar 1439 H
Hamba Allah : 1.000.000,-

------------------------------------------------- +
Jumlah = Rp. 4.386.840,-

Jumlah total =
3.020.000 + 4.386.840 = 7.406.840,-

Sedangkan dana yang dibutuhkan Rp. 30.000.000,-

Berikut Kekurangan dana Pembangunan Mushola dan Renovasi Ma'had Ma'had Abdullah Bin Mubarok Putra - Lampung Selatan :

30.000.000 - 7.406.840 = Rp. 22.593.160,-

Kami ucapkan Jadzakumulloh khoiron kepada para donatur dan muhsinin yang telah menginfaqkan sebagian hartanya dan Besar harapan kami kepada Allah subhanahuwata'ala atas partisipasi kaum muslimin dalam kesempatan untuk beramal jariyah untuk pembangunan mushola dan renovasi Ma'had Abdullah Bin Mubarok putra - Lampung Selatan

Infaq Pembangunan Mushola Ma'had Abdullah Bin Mubarok Untuk Keluarga Muwahidin dan Renovasi Hujroh untuk Asatidzah Bisa Disalurkan melalui :

💳  BCA : 1530288907
💳  BRI : 3094-0102-2658-538
A/n : Adib Budi Wicaksono

☎️ Konfirmasi : Phone, SMS, Telegram, dan Whatsapp :
(+62) 88983603905 BBM : DBD1729C

Atau datang langsung ke Sekretariat dan alamat Ma'had Abdullah Bin Mubarok untuk keluarga Muwahidin :

Jl P. Senopati Gg. Sriwedari, Rt/Rw : 19/007 Desa Jati Mulyo Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan. Lampung. (Perbatasan kotamadya bndar lampung dg kab. lampung selatan).

Demikian apa yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf, dan kebenaran hanya milik Allah Subhanah.
----------------------------------------------------------------
Penanggung jawab : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy
Humas : Faisal Syauqot

Qismus Syar'i :
Ustadz Abu Yahya As Sajiy Fakallahu Ashroh
Ustadz Hasan Abu Abdillah Al Hafidz
Ustadz Abu Muhammad Al Arkhabiliy

Kamis, 26 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kesebelas_Terakhir
#Jum'at, 7 Safar 1439 H

Thaghut-thaghut itu banyak, yang paling utama di antara mereka lima:

1. Syaitan. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آَدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ، إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ.

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian wahai anak cucu Adam agar kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” [Qs. Yasin: 60]

Setan adalah thaghut akbar yang terus-menerus berusaha memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah. Ada juga di antara manusia yang menyertai setan dalam menghalangimanusia dari beribadah kepada Allah, dan mereka itu juga thaghut-thaghut.

2. Penguasa zhalim yang mengubah hukum-hukum Allah Ta’ala. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آَمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ،وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا.

“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu, mereka ingin berhukum kepada thoghut padahal mereka telah diperintahkan untuk kufur kepadanya. Dan setan ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh.” [Qs. an-Nisa’: 60]

3. Orang yang memutuskan dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ.

“Dan barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” [Qs.al-Ma’idah: 44]

Jika hakim atau qodhi memutuskan di antara dua orang yang bersengketa dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah, seperti menggunakan undang-undang buatan manusia, adat-istiadat, serta tradisi-tradisisuku dan kabilah, maka dia telah murtad dari agama Allah dan menjadi taoghut.

Orang yang memutuskan dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah adalah kafir. Dan orang-orang bersengketa yang berhukum kepadanya juga kafir. Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

“Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka atas putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [Qs. an-Nisa’: 65]

Allah Subhanahu menafikan keimanan dari mereka karena mereka tidak menegakkan hukum Allah di antara mereka dan berhukum kepada thaghut.

4. Orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللهُ، وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

.“Katakanlah (Muhammad): Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” [Qs. an-Naml: 65]

Barangsiapa mengklaim bahwa dia mengetahui perkara ghaib, maka dia adalah thaghut yang mendustakan ayat al-Qur-an al-Karim yang jelas. Dan wajib atas seorang muslim untuk menghidari pergi ke setiap orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, seperti para penyihir, para dukun, dan para peramal dan tidak mempercayai mereka dalam apa yang mereka klaim. Sebab,

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَىمُحَمَّدٍ

.“Barangsiapa mendatangi seorang dukun atau seorang peramal, lalu dia membenarkan apa dikatakannya, maka dia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan dihasankan oleh Syu’aib al-Arna’uth]

5. Orang yang disembah selain Allah dan dia ridha dengan penyembahannya,atau orang yang menyeru manusia untuk menyembah dirinya. Dalilnya firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ، كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

.“Dan barangsiapa di antara mereka berkata: ‘Sesungguhnya aku adalah tuhan selain Allah,’ maka orang itu Kami beri balasan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zholim.” [Qs. al-Anbiya’: 29]

Ibadah adalah haq Allah ‘azza wa jalla (atas hambanya). Tidak boleh bagi seorang pun untuk menyeru manusia untukmenyembah dirinya atau untuk menyembah seseorang selain Allah Ta’ala. Barangsiapa melakukan itu, atau dia tidak melalukan itu tetapi ridha disembah selain Allah, maka dia adalah thaghut.Demikianlah. Dan sesungguhnya manusia tidak menjadi orang yang beriman kepada Allah kecuali dia kufur kepada thoghut. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ، قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ، فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ.

“Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas(perbedaan) antara kebenaran dan kesesatan. Barangsiapa kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang pada tali yang kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Qs. al-Baqarah: 256]

Kebenaran (ar-Rusydu) adalah agama Muhammad shallaAllahu ‘alayhi wa sallam, kesesatan (al-Ghoyy) adalah agama Abu Jahl, sedangkan tali yang kuat (al-‘urwah al-wutsqo) adalah syahadat laa ilaaha illaAllah.Hamba tidak dianggap berpegang pada tali yang kuat (tauhid) kecuali jika padanya terdapat dua sifat: kufur kepada thaghut dan iman kepada Allah.Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada semua keluarga dan sahabatnya.

Judul Kitab Asli: ‘Asyru Masail fil ‘Aqidah La Yasi’ul Muslim Jahluhu wa Yajibu ‘alayhi Ta’allumuhu

Judul Terjamah: Sepuluh Perkara dalam ‘Aqidah yang Tidak boleh Boleh Tidak Diketahui Oleh Seorang Muslim dan Wajib Dipelajari

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kesepuluh_bersambung
#Kamis, 6 Safar 1439 H

10. Perkara kesepuluh: ma’na thoghut dan jenis-jenisnya yang paling utamaYang pertama kali diwajibkan oleh Allah kepada anak Adam adalah kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ.

“Dan sungguh, Kami telah mengutus dalam setiap umat seorang Rasul (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” [Qs. an-Nahl: 36]

Bentuk kufur kepada thaghut adalah meyakini kebatilan beribadah kepada selain Allah, meninggalkannya, membencinya, serta mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka. Adapun bentuk iman kepada Allah adalah meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya ilah yang disembah tanpa selain-Nya, memurnikan semua jenis ‘ibadah untuk Allah dan menafikannya dari semua sesembahan selain Allah, serta mencintai di jalan Allah dan membenci di jalan Allah.Thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan hamba melampaui batas, berupa suatu yang disembah, yang diikuti,atau yang ditaati.

Contoh yang disembah adalah setan-setan jin yang menyuruh para penyihir manusia untuk menyembah mereka,lalu mereka pun menyembah para jin tersebut. Contoh yang ditaati adalah para presiden, para raja dan para pemimpin yang memerintahkan rakyat mereka untuk menyalahi syariat dan berhukum kepada undang-undang buatan manusia, serta memerangi penegakan hukum syariat dan orang yang menyeru kepada penerapannya, lalu rakyat mengikuti mereka. Adapun yang ditaati contohnya para ulama, para rahib, dan para syekh jahat yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, lalu mereka ditaati dalam hal itu.

Sementara muslim muwahhid mengingkari setiap yang disembah, diikuti dan ditaati selain Allah, berlepas diri dari mereka dan dari para pengikut mereka, serta memusuhi danmembenci mereka. Inilah millah Ibrahim ‘alayhis salam yang barangsiapa membencinya, maka dia telah membodohi dirinya sendiri. Dan ia adalah teladan baik yang Allah Ta’ala menganjurkan kita untuk mengikutinya dalam firman-Nya:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ، كَفَرْنَا بِكُمْ، وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِوَحْدَهُ.

“Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: ‘Sesungguhnya kami berlepasdiri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami kufur kepada kalian. Dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian selamanya, sampai kalian beriman kepada Allah saja.’” [Qs. al-Mumtahanah: 4]

Rabu, 25 Oktober 2017

AYO BERINFAQ...!!! UNTUK PEMBANGUNAN MUSHOLA DAN RENOVASI MA'HAD ABDULLAH BIN MUBAROK PUTRA - LAMPUNG SELATAN BUTUH 30Jt

بسم الله الر حمن الر حيم

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Kita memohonon ampunan dan pertolongan kepadanya. Sholawat serta salam kepada uswatun hasanah Rosululloh Shollallahu'alaihiwasallam. Amaba'd

Laziz Muwahidin bersama Ma'had Abdullah bin Mubarok putra untuk keluarga Muwahidin Lampung Selatan. mengajak kaum muslimin untuk beramal Jariyah berinfaq untuk pembangunan Mushola Ma'had dan Renovasi Hujroh untuk Asatidzah yang membutuhkan dana sekitar Rp. 30.000.000,- (Tigapuluh juta rupiah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  :

 إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ

 “Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

"Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah No.738)

Infaq Pembangunan Mushola Ma'had Abdullah Bin Mubarok Untuk Keluarga Muwahidin dan Renovasi Hujroh untuk Asatidzah Bisa Disalurkan melalui :

💳 BCA : 1530288907
💳 BRI : 3094-0102-2658-538
A/n : Adib Budi Wicaksono

☎️ Konfirmasi Donasi Program "IDT (Infaq Dakwah Tauhid)"

Phone, SMS, Telegram, dan Whatsapp :
(+62) 88983603905 BBM : DBD1729C

Atau datang langsung ke Sekretariat dan alamat Ma'had Abdullah Bin Mubarok untuk keluarga Muwahidin :

Jl P. Senopati Gg. Sriwedari, Rt/Rw : 19/007 Desa Jati Mulyo Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan. Lampung. (Perbatasan kotamadya bndar lampung dg kab. lampung selatan).

Demikian apa yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf, dan kebenaran hanya milik Allah Subhanah.
----------------------------------------------------------------
Penanggung jawab : Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy
Humas : Faisal Syauqot

Qismus Syar'i :
Ustadz Abu Yahya As Sajiy Fakallahu Ashroh
Ustadz Hasan Abu Abdillah Al Hafidz
Ustadz Abu Muhammad Al Arkhabiliy

Selasa, 24 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kesembilan_bersambung
#Rabu, 5 Safar 1439 H

8. Perkara kelapan: macam-macam kufur Kufur akbar yang mengeluarkan dari agama, dan ini ada lima macam, yaitu:

1. Kufur pendustaan
2. Kufur penolakan dan kesombongan diri
3. Kufur keraguan
4. Kufur keberpalingan
5. Kufur nifaq.

Kufur ashghor yang tidak mengeluarkan dari agama, dan ini adalah kufur ni’mat. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

وَضَرَبَ اللهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللهِ، فَأَذَاقَهَا اللهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِبِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ.

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datangkepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, lalu (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah, maka Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.” [Qs. an-Nahl: 112]

9. Perkara kesembilan: macam-macam nifaq

1. Nifaq akbar (i’tiqodiy), yaitu; menyembunyikan kufr dalam hati dan memperlihatkan iman pada lisan dan anggota tubuh. Jenis-jenisnya ada enam, yang pelakunya termasuk penghuni tingkatan paling bawah dari neraka, yaitu:

1. Mendustakan Rasul
2. Mendustakan sebagian dari apa yang dibawa oleh Rasul
3. Membenci Rasul
4. Membenci sebagian dari apa yang dibawa oleh Rasul
5. Bergembira atas kejatuhan agama Rasul
6. Membenci kemenangan agama Rasul ‘alayhis shalatu wassalam.

2. Nifaq ashghor (‘amaliy). Ini terjadi dengan mengerjakan sesuatu dari perbuatan-perbuatan orang-orang munafiq danbersifat dengan satu sifat dari sifat-sifat mereka, disertai dengan tetap adanya pokok iman. Ia adalah lima macam yang disebutkan oleh Rasulullah shallaAllahu ‘alayhi wa sallam dalam sabda-Nya:

آيَةُ المُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ.

“Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara berbohong, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.”Dan dalam riwayat lain:
إِذَا خَاصَمَ فَجَرَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ

.“Jika bertengkar menyimpang dari kebenaran dan jika membuat perjanjian mengkhianati.” [HR. Muttafaq ‘alaih]

JANGAN JADIKAN HARTAMU SEBAGAI ANDAD

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#Rabu,5 Safar 1439 H

Oleh : Abu Muhammad Al Arkhabiliy

Segala puji bagi Allah ta'ala yang memberikan kita begitu banyak kenikmatan, baik nikmat iman,islam dan nikmat kesempatan untuk melakukan kewajiban-kewajiban dan menjauhi larangan-larangannya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan umatnya yang senantiasa mengikuti petunjuknya hingga hari akhir. Amma ba'd..

Di akhir jaman ini banyak fenomena-fenomena yang kita perhatikan di masyarakat, dimana mereka dengan berusaha sekuat tenaga (banting tulang/mati-matian) demi mendapatkan harta,jabatan dan penghormatan orang lain dan bahkan mereka rela walaupun harus mengorbankan tauhidnya atau agamanya (dien) demi meraih semua hal itu, hal ini disebabkan mereka jauh dari tauhid dan tidak memahami maknanya dan kandungannya.

Sesungguhnya kandungan kalimat Laa ilaaha illallaah meniadakan segala macam peribadatan kepada selain Allah ta'ala dan memurnikan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah ta'ala saja.

Sebagaimana Allah ta'ala berfirman:

 
وَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَّﺳُﻮﻻً ﺃَﻥِ ٱﻋْﺒُﺪُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﺟْﺘَﻨِﺒُﻮا۟ ٱﻟﻄَّٰﻐُﻮﺕ

"Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut" (QS. An Nahl: 36)

Allah Taala berfirman:

ﻓَﻤَﻦ ﻳَﻜْﻔُﺮْ ﺑِﭑﻟﻄَّٰﻐُﻮﺕِ ﻭَﻳُﺆْﻣِﻦۢ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ٱﺳْﺘَﻤْﺴَﻚَ ﺑِﭑﻟْﻌُﺮْﻭَﺓِ ٱﻟْﻮُﺛْﻘَﻰٰ ﻻَ ٱﻧﻔِﺼَﺎﻡَ ﻟَﻬَﺎ

"Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh" (Laa ilaaha ilallaah) (QS. Al Baqarah : 256)

firman-Nya yang lain:

ﻳَٰٓﺄَﻫْﻞَ ٱﻟْﻜِﺘَٰﺐِ ﻟِﻢَ ﺗُﺤَﺎٓﺟُّﻮﻥَ ﻓِﻰٓ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِﻴﻢَ ﻭَﻣَﺎٓ ﺃُﻧﺰِﻟَﺖِ ٱﻟﺘَّﻮْﺭَﻯٰﺓُ ﻭَٱﻹِْﻧﺠِﻴﻞُ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِﻩِۦٓ ۚ ﺃَﻓَﻼَ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥ

Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. (Ali Imran: 64).

Allah memerintahkan Nabi-Nya agar mengajak ahli kitab kepada makna Laa ilaaha illallah yang dimana beliau mengajak orang-orang arab dan umat yang lainnya kepada makna kalimat itu. Sedangkan kalimat itu adalah Laa  ilaaha illallah yang ditafsirkan dengan firman-Nya: bahwa tidak kita sembah kecuali Allah.
Firman-Nya bahwa : "Tidak kita sembah" di dalamnya terkandung makna La ilaaha yaitu penafian ibadah dari selain Allah. Sedangkan firman-Nya: "Kecuali Allah" adalah yang dikecualikan dalam kalimat ikhlash (tauhid) Allah memerintahkan Nabi-Nya agar menyeru mereka untuk mengkhususkan ibadah hanya kepada Allah dan menafikannya dari selain-Nya. Dan ayat-ayat semacam ini banyak sekali. Dia menjelaskan bahwa illallahiyyah itu adalah ibadah, sedangkan ibadah itu tidak layak sedikitpun ditujukan kepada selain Allah, sebagaimana firman-Nya:

ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻻَّ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭٓا۟ ﺇِﻻَّٓ ﺇِﻳَّﺎﻩُ

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia" (Al Israa: 23).

Maksud firman Allah ta'ala: “Supaya kamu jangan menyembah" terkandung di dalamnya makna Laa ilaaha, sedangkan firman Allah ta'ala: "Selain Dia", terkandung di dalamnya makna illaallah.

Sedang orang yang rela meninggalkan tauhid dan islam karena harta dunia maka dia telah menjadikan harta dunia itu sebagai Andad (tandingan) selain Allah ta'ala yang membuatnya Kafir dan keluar dari islam.

Allah ta'ala berfirman:
 
ﻓَﻼَ ﺗَﺠْﻌَﻠُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﺃَﻧﺪَاﺩًا ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ

"Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu (tandingan) bagi Allah sedang kamu mengetahui" (QS Al Baqarah [2]: 22)

Sesunguhnya kalimat Andad itu adalah jamak dari pada Nidd (tandingan) bagi Allah ta'ala. Adapun definisinya: Andad adalah sesuatu yang memalingkan dari Al Islam, atau sesuatu yang memalingkandari tauhid.

Jadi sesuatu yang memalingkan dari Al Islam atau tauhid baik itu anak, isteri, suami, posisi jabatan, harta benda, dst, kalau hal tersebut justru mamalingkan seseorang dari tauhid, berarti sesuatu itu telah dijadikan Andad.......tandingan bagi Allah Ta'ala yang membuat pelakunya kafir murtad.

Oleh karena itu fahamilah kandungan, makna dan rukun- rukun dari kalimat Laa ilaaha illallah, karena siapa yang tidak memaknainya dan mengamalkan tuntutannya (konsekuensi) dari kaliamat Laa ilaaha illallah maka tidak dianggap keislamannya walaupun dia mengucapkannya berpuluh-puluh kali dalam sehari.

Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan: Sesungguhnya pelafalan Laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid, meninggalkan syirik, dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat berdasarkan ijma (para ulama) (Kitab Taisir Al Aziz Al Hamid)

Jadi pengucapan Laa ilaaha illallah walaupun berapa banyak yang di ucapkannya itu tidak bermanfaat apabila tidak mengatahui maknanya dan mengamalkan tuntutannya.

Padahal tentang harta dunia ini Allah ta'ala telah berfirman:

 ﻫُﻮَ ٱﻟَّﺬِﻯ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢ ﻣَّﺎ ﻓِﻰ ٱﻷَْﺭْﺽِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺛُﻢَّ ٱﺳْﺘَﻮَﻯٰٓ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﺴَّﻤَﺎٓءِ ﻓَﺴَﻮَّﻯٰﻫُﻦَّ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻤَٰﻮَٰﺕٍ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻰْءٍ ﻋَﻠِﻴﻢ

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (Al Baqarah: 29)

Jadi Allah ta'ala menciptakan bumi dan seisinya itu untuk bekal beribadah hanya kepadanya bukan malah dijadikan tandingan bagi-Nya, bukan juga untuk menjadikan Allah ta'ala bagian dari apa yang diciptakannya sebagaiman firmannya:
 
ﻭَﺟَﻌَﻠُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﻣِﻤَّﺎ ﺫَﺭَﺃَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺤَﺮْﺙِ ﻭَٱﻷَْﻧْﻌَٰﻢِ ﻧَﺼِﻴﺒًﺎ ﻓَﻘَﺎﻟُﻮا۟ ﻫَٰﺬَا ﻟِﻠَّﻪِ ﺑِﺰَﻋْﻤِﻬِﻢْ ﻭَﻫَٰﺬَا ﻟِﺸُﺮَﻛَﺎٓﺋِﻨَﺎ

"Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka: Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami"(QS. Al Anam [6]: 136).

Maka jangan jadikan harta duniamu sebagai tandingan (andad) bagi Allah ta'ala, dan jangan jadikan harta duniamu sebagai hal yang lebih kamu utamakan dari tauhid dan keislamanmu, karena sesungguhnya harta duniamu itu hanyalah ujian bagimu yang akan kamu pertanggung jawabkan dihadapan Allah ta'ala kelak dihari penghisaban. Wallahu ta'ala a'lam.

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kedelapan_bersambung
#Selasa, 4 Safar 1439 H

[7] Perkara ketujuh: Macam-macam Syirik

1. Syirik akbar, yaitu dosa besar yang Allah tidak akan mengampuninya dan tidak akan menerima amal shalih bersamanya. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa yang selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” [Qs. an-Nisa’:48]

Allah Subhanahu berfirman:

إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ، وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ.

“Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukanAllah, maka sungguh Allah mengharamkan baginya surga dan tempatnyaialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zhalim.” [Qs. al-Maidah: 72]

Dan Allah Jalla jalaluhu berfirman:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Sungguh, jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.” [Qa. az-Zumar: 65]

Syirik akbar ada empat macam, yaitu:
1. Syirik doa
2. Syirik niat, keinginan dan tujuan
3. Syirik ketaatan
4. Syirik cinta.
2. Syirik ashghor, yaitu; segala sesuatu yang menjadi jalan menuju syirik akbar dan perantara untuk jatuh ke dalamnya, seperti riya’, bersumpah dengan selain Allah, mengucapkan “ma sya’allahu wa syi’ta (sesuai yang Allah kehendaki dan yang kamu kehendaki)”, mengucapkan “aku bersandar kepada Allah dan kepadamu”, dan hal-hal lainnya yang sedikit sekali orang yang selamat darinya.

Kafarat (penghapus)-nya adalah mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا أَعْلَمُهُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا لَا أَعْلَمُ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak mempersekutukan dengan-Mu sesuatu yang aku ketahui. Dan aku memohon ampunan kepada-Mu dari apa yang tidak aku ketahui.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan lainnya, dan dishohihkan oleh al-Haytsamiy dan Ibnu Hibban]

Senin, 23 Oktober 2017

MENGAPA ALLAH MENYERUPAKAN DUNIA DENGAN AIR❓


بسم الله الر حمن الر حيم

📑 Tafsir Qur'an
📆 Senin 03 Safar 1439 H

Berkata Al-Qurthubi rahimahullah:

  “لماذا شبّه الله - سبحانه - الدّنيا بالماء” عند قوله تعالى : “واضرب لهم مثَلَ الحياة الدنيا كماءٍ أنزلناه من السّماء ” .
قال الحكماء : شبّه الله - سبحانه وتعالى - الدُّنيا بالماء :
١/ ﻷنّ الماء ﻻ يستقرّ في موضع، كذلك الدُّنيا ﻻ تبقى على حالٍ واحدة .
٢/ وﻷنّ الماء يذهب وﻻ يبقى، فكذلك الدنيا تفنى ولاتبقى.
٣/ وﻷنّ الماء ﻻ يَقدر أحدٌ أن يدخلَه وﻻ يبتلّ ، وكذلك الدُّنيا ﻻ يسلم أحدٌ من فتنتها وآفتها .
٤/ وﻷنّ الماء إذا كان بقدرٍ كان نافعًا مُنبتًا، وإذا جاوز المقدار كان ضاراًّ مُهلكًا، وكذلك الدُّنيا الكفافُ منها ينفع، وفضولُها يضرّ “.

Mengapa Allah menyerupkan dunia dengan air ketika pada firmanNya:

"Buatlah bagi mereka perumpamaan kehidupan dunia seperti air yang Kami menurunkannya dari langit".

Berkata orang-orang bijak:

Allah menyerupakan dunia dengan air dikarenakan:

1. Air tidak menetap pada satu tempat, demikianlah dunia tidak tetap pada satu keadaan.

2. Karena air akan pergi dan tidak tetap, maka demikianlah dunia akan sirna dan tidak tetap.

3. Karena air seorangpun tidak mampu memasukinya dalam keadaan ia tidak basah, dan demikianlah dunia tidak seorangpun selamat dari fitnah dan bahayanya.

4. Dan dikarenakan air jika pada kadar tertentu niscaya bermanfaat lagi menumbuhkan, dan jika melampaui kadarnya niscaya membahayakan lagi membinasakan, dan demikianlah dunia berkecukupan darinya bermanfaat dan berlebih darinya membahayakan.

📚[al-jami li ahkamil quran, al-qurthubi (13/289)]

Minggu, 22 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#ketujuh_bersambung
#Senin, 3 Safar 1439 H

3. Tauhid al-asma’ wa ash-shifat, yaitu mengimani semua yang disebutkan dalam al-Qur-an al-Karim dan hadis-hadis shahih dari nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyayang dengan itu Dia menyifati diri-Nya sendiri atau dengannya Rasul-Nya shallaAllahu ‘alayhi wa sallam menyifati-Nya, dalam pengertian yang sebenarnya, serta meyakini bahwa Allah itu:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia maha mendengar lagi maha melihat.” [Qs. asy-Syuro: 11]

Wajib hukumnya mengimani nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyayang ada dalam al-Kitab dan as-Sunnah dengan ma’na-ma’nanya dan hukum-hukumnya berdasarkan pemahaman salaf shalih. Nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyadiketahui dari al-Qur’an dan As-Sunnah. Tidak boleh bagi seseorang —siapapun dia— untuk mendatangkandari dirinya sendiri sebuah nama atau sebuah sifat bagi AllahTa’ala. Sebab, nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nyaadalah perkara tawqifiyyah. Artinya, di dalamnya kita berhenti pada nama-nama yang disebutkan atau disifati Allah untuk diri-Nya sendiri, atau yang disebutkan atau disifati oleh Rasul-Nya shallaAllahu ‘alayhi wa sallam.Nama-nama Allah semuanya bagus (husna), Dan ada banyak, di antaranya: ash-Shamad (tempat meminta segala sesuatu), al-Bari’ (Sang Pencipta), as-Sami’ (Maha Mendengar), al-Bashir (Maha Melihat), ar-Rahman (Maha Pengasih), ar-Rahim (Maha Penyayang), … sebagaimana Allah subhanahu memiliki banyak sifat yang semuanya luhur,di antaranya; ar-rahmah, al-quwwah (kuat), al-hikmah (bijaksana), al-hayah (hidup), al-‘izzah (perkasa), al-‘ilmu, al-jabarut (kekuasaan), dsb.

Sabtu, 21 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#keenam_bersambung
#Ahad, 2 Safar 1439 H

Perkara keenam : Jenis-jenis Tauhid

[B]: Tauhid al-uluhiyyah, yaitu mentauhidkan Allah Ta’ala dengan perbuatan-perbuatan hamba, seperti berdoa, bernadzar, menyembelih, berharap, takut, keinginan, cemas, bertaubat, memohon pertolongan, memohon perlindungan, mengagungkan, rukuk, berjihad, dsb. Ma’nanya adalah bahwa hamba menunaikan ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah semata.

Jika dia melakukan itu, maka dia telah menjadi seorang muslim yang telah mewujudkan tauhid. Adapun jika hamba menunaikan ibadah seraya mendekatkan diri dengannya kepada selain Allah, atau mengarahkan sebagian darinya kepada Allah dan sebagian yang lain kepada selain Allah, maka dia belum mewujudkan tauhid dan jatuh ke dalam syirik. Wal ‘iyadzu billah.

Tauhid al-uluhiyyah yang juga dinamakan tauhid ibadah, adalah sebab para Rasul ‘alayhimus salam diutus. Karena, setiap Rasul memulai dakwahnya kepada kaumnya dengan perintah untuk mentauhidkan ibadah. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ.

“Dan sungguh, Kami telah mengutus dalam setiap umat seorang Rassul (untuk menyerukan): Sembahlah Allah ...” [Qs. an-Nahl: 36]

Dan Nuh, Hud, Shalih, dan Syu’aib mengatakan perkataan yang sama,

يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ.

"Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada sembahan bagi kalian selain Dia.” [Qs. al-A’rof: 59, 65, 73, 85]

Di antara jenis-jenis tauhid, jenis inilah yang diperselisihan sejak zaman dahulu hingga zaman sekarang antara para Rasul dan umat-umat mereka, serta menjadi sebab Rasulullah shallaAllahu ‘alayhi wa sallam memerangi orang-orang kafir Quraisy dan sebab Khulafa’ Rasyidun memerangiorang-orang murtad.

Jumat, 20 Oktober 2017

HIKMAH UJIAN DI MEDAN JIHAD

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tazkiatun_nafs
#kelima_bersambung
#Sabtu_1_Safar_1439_H

Oleh : Nuruddin Zinkiy Fakkallahu Asroh

Medan Jihad adalah tempat jual beli antara mujahid dengan Allāh Azza wa Jalla.
Di dalam nya, Allāh menguji mana dagangan yang baik dan mana dagangan yang buruk.

Allāh telah menetapkan dalam Surah At-Taubah ayat 111, bahwa Mahar untuk mendapatkan Jannah Allāh Subhanahu wa Ta'ala, yaitu dengan cara kita membunuh atau terbunuh. Kita menjual harta dan jiwa kita untuk mendapatkan Jannah Allāh Ta'ala.

Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." [QS. Al-Taubah: 111]

Medan jihad merupakan tempat ujian bagi orang yang ingin berjual beli dengan Allāh. Karna kesyahidan itu tak semudah yang kita bayangkan, butuh waktu dan proses yang panjang.

Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصّٰبِرِينَ وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوٰتٌۢ  ۚ  بَلْ أَحْيَآءٌ وَلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُونَ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوٰلِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ  ۗ  وَبَشِّرِ الصّٰبِرِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
[QS. Al-Baqarah : Ayat 153-155].

Ayyuhal Ikhwah! Apakah kalian hendak mengatakan bahwa masuk surga itu semudah membalikkan telapak tangan? Apakah kalian menganggap masuk surga itu tanpa ujian?.

Sungguh semua ini membutuhkan kejujuran! Ya, kejujuran keimanan kita kepada Allāh, Kejujuran dalam berjihad di jalan Nya, dan kejujuran dalam mengharap syurga-Nya.
Jannah itu mahal Ikhwah! Dengan apa kalian mengharapkan Syurga jika bukan dengan Jihad fie Sabilillāh. Sedangkan Jihad sekarang ini Fardhu Ain.

Nah, bagaimana kalian akan berharap Jihad kalian di penuhi kesenangan, sedangkan Jihad itu sendiri adalah tempat di penuhi dengan ujian. Jihad tidak semudah perkataan dan ucapan. Ia tak seindah yang kita saksikan di video-video. Karna apa yang kita saksikan adalah hasilnya bukan prosesnya.

Jika kita sudah langsung terjun ke dalam nya, baru kita merasakan betapa beratnya apa yang di rasakan para Mujahidin. Beban mereka bukan beban yang berupa fisik saja, namun mereka juga harus berhadapan dengan ujian mental yang jauh lebih menyakitkan. Rasa takut, Jauhnya perjalanan, kelaparan, Luka yang tidak diobati kecuali dengan persediaan yang ada. Letih tubuh karna harus berpindah dari satu tempat menuju tempat yang lain nya. Kehujanan, kepanasan dan seterusnya.

Keadaan mereka hanya dimengerti oleh orang-orang yang mengalaminya. tidak sampe di situ saja ujian yang mereka rasakan. Mereka harus mendapatkan cacian dan makian yang sangat pahit dari para Mukhodzilun. Wallāhul Musta'an.

Di medan-medan Ma'rokah seperti inilah akan nampak watak asli seseorang. Jika ia adalah orang yang penyabar maka Ia akan dapat bersabar, namun bila ia orang yang memiliki karakter buruk maka semua akan terlihat di saat-saat yang sulit. Dengan ujian-ujian di medan jihad akan semakin mentarbiyyah orang-orang yang shiddiq, semakin mempertebal keimanan dan ketaqwaannya. Maka tidak diherankan bila seorang Mujahid adalah orang yang paling dekat hubungan nya dengan Allāh Subhanahu wa Ta'ala.

Dunia merupakan sijn (penjara) bagi orang-orang mu'min, dan ia merupakan kesenangan sementara bagi orang-orang kafir. Dengan ujian di medan jihad, akan mengikis orang orang-orang Munafiq dan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Karna otomatis mereka enggan untuk menghadapi kematian dan paling takut terhadapnya. Mereka adalah orang yang paling pertama kali keluar dari peperangan.

Maka Tsabbat dan Istiqomah di medan jihad merupakan sifat orang-orang yang beriman. Sedangkan futur dan rasa lemah adalah sifat orang-orang Munafiq. Wallahu Ta'ala A'lam

Kita memohon kepada Allāh Subhanahu wa Ta'ala keIstiqomahan hingga kesyahidan kita. Aminn

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kelima_bersambung
#Sabtu, 1 Safar 1439 H

Perkara keenam : Jenis-jenis Tauhid

[a] Tauhid ar-rububiyyah, yaitu mentauhidkan Allah dengan perbuatan-perbuatan-Nya. Itu terwujud dengan meyakini bahwa Allah adalah yang menciptakan semua makhluk sendirian, memberi mereka rezeki sendirian, dan mengatur segala urusan sendirian. Mayoritas manusia—dengan fitrah mereka—meyakinibahwa Allah adalah Al-Khaliq (yang menciptakan), Ar-Raziq (yang memberi rezeki), Al-Muhyi (yang menghidupkan), dan Al-Mumit (yang mematikan).

Mereka mengakui semua itu dan membenarkannya.Bahkan sampai orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallaAllahu ‘alayhi wa sallamdan dihalalkan oleh beliau darah dan harta mereka pun membenarkan semua itu. Dalilnya firman Allah Ta’ala:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَفَسَيَقُولُونَ اللهُ.

“Katakanlah (Muhammad): 'Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang menguasai pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yangmengatur segala urusan?', maka mereka akan menjawab: Allah.” [Qs. Yunus: 31]

Tetapi tauhid ar-rububiyyah saja—dengan hamba mengimanibahwa Allah adalah yang menciptakannya,memberinya rezeki dan menghidupkannya— tidak cukup untuk masuknyadia ke dalam Islam selama dia tidak meyakini tauhid al-uluhiyyah.

Kamis, 19 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم
#Kajian_Tauhid
#keempat_bersambung
#Jum'at, 30 Muharrom 1439 H

Perkara kelima: pembatal-pembatal Islam

Ada banyak hal-hal yang mengeluarkan seorang muslim dari lingkaran Islam, dan jika dia melanggarnya maka dijatuhkan padanya nama murtad dari agama tauhid. Yang terbesar di antaranya sepuluh, yaitu:

1. Syirik dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

2. Menjadikan antara dirinya dan Allah perantara-perantara yang dia seru, dia mintai syafa’at dan dia jadikan sebagai sandaran (tawakkal).

3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan madzhab mereka.

4. Meyakini bahwa selain petunjuk Nabi shallaAllahu ‘alayhi wa sallam lebih sempurna daripada petunjuk beliau atau bahwa keputusan selain beliau lebih baik daripada keputusan beliau.

5. Membenci sesuatu dari apa yang dibawa oleh Rasululloh shallaAllahu ‘alayhi wa sallam.

6. Mengolok-olok Allah atau Kitab-Nya atau Rasul-Nya.

7. Sihir, di antaranya sharf (memalingkan laki-laki dari istrinya atau sebaliknya, -pent) dan ‘athf (menimbulkan kecintaan laki-laki kepada istrinya atau sebaliknya, -pent).

8. Mendukung kaum musyrikin dan membantu mereka terhadap kaum muslimin.

9. Meyakini bahwa sebagian manusia boleh keluar dari syariat Nabi Muhammad shallaAllahu ‘alayhi wa sallam, sebagaimana Khidhir boleh keluar dari syariat Musa ‘alayhis salam.

10. Berpaling dari agama Alloh ta’ala, tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya.Dalam seluruh pembatal Islam tersebut tidak ada bedanya antara orang yang bersenda gurau, serius ataupun karena takut, kecuali orang yang terpaksa.

Rabu, 18 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#ketiga_bersambung
#Kamis, 29 Muharrom 1439 H

Perkara ketiga : mak’na la ilaha illallah

Laa ilaaha illaAllah adalah pemisah antara kufur dan Islam, ia adalah kalimat taqwa (kalimatut taqwa) dan ia adalah tali yang kuat (al-‘urwah al-wutsqo), ia tidak terwujud dengan sekadar mengucapkannya disertai ketidaktahuan tentang ma'nanya dan tanpa mengerjakan konsekuensinya. Sebab, orang-orang munafiq mengucapkannya, tetapi mereka berada di tingkatan paling bawah dari neraka. Ia hanya terwujud dengan mengucapkannya, mengetahui ma’nanya, mencintainya, mencintai para penganutnya dan loyal kepada mereka, serta membenci orang yang menyelisihinya, memusuhinya, dan memeranginya. Syahadat laa ilaaha illaAllah adalah penafian dan penetapan. Laa ilaaha (tiada ilah) menafikan segala macam peribadatan dari selain Allah ta’ala. Dan illaAllah (kecuali Allah) menetapkan segala macam peribadatan kepada Allah semata tiada sekutu bagi-Nya.

Di antara konsekuensi syahadat laa ilaaha illaAllah adalah syahadat bahwa Muhammad Rasulullah. Dan syahadat Muhammad Rasulullah terwujud dengan mentaati Nabi shallaAllahu ‘alayhi wa sallam dalam apa yang diperintahkannya, menjauhi apa yang dilarang dan dicegahnya, dan membenarkannya dalam apa yang diberitakannya.

4. Perkara keempat : syarat-syarat laa ilaaha illaAllah

Allah Ta’ala menjadikan kalimat tauhid laa ilaaha illaAllah sebagai tanda masuk ke dalam Islam, harga surga dan sebab keselamatan dari neraka. Tetapi ia tidak akan bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya selama dia tidak mewujudkan syarat-syaratnya. Telah dikatakan kepada al-Hasan al-Bashriy:

“Sesungguhnya ada orang-orang yang megatakan: Barang siapa mengucapkan laa ilaaha illaAllah, maka dia akan masuk surga?” Dia berkata: “Barang siapa mengucapkan laa ilaaha illaAllah, lalu menunaikan hak dan kewajibannya, maka dia akan masuk surga.” [Jami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rojab al-Hanbaliy]

Imam al-Bukhoriy berkata: Dikatakan kepada Wahb bin Munabbih:

“Bukankah laa ilaaha illaAllah adalah kunci surga?” Dia berkata: “Benar" Tetapi tidak ada kunci kecuali ia memiliki gerigi. Jika engkau membawa kunci yang memiliki gerigi, maka akan dibukakan bagimu. Dan jika tidak, maka tidak akan dibukakan bagimu.” [Jami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rojab al-Hanbaliy]

Kunci surga adalah syarat-syarat laa ilaaha illaAllah. Dan syarat-syarat laa ilaaha illaAllah adalah:

1. Pengetahuan tentang ma’nanya dari segi penafian dan penetapan.
2. Yaqin, yaitu kesempurnaan pengetahuan tentangnya yang meniadakan keraguan dan kebimbangan.
3. Ikhlash yang meniadakan syirik.
4. Kejujuran yang meniadakan kedustaan.
5. Kecintaan kepada kalimat ini dan kepada apa yang ditunjukkan olehnya, serta kegembiraan dengan hal itu.
6. Ketundukan terhadap hak-haknya dengan ikhlash untuk Allah dan demi mencari ridha-Nya.
7. Penerimaan yang meniadakan penolakan.Semua syarat ini ditunjukkan oleh dalil-dalil yang jelas dari al-Kitab dan as-Sunnah yang shahih.

DIKALA UJIAN MELANDA

بسم الله الر حمن الر حيم

Rabu, 28 Muharrom 1438 H
Oleh : Nuuruddin Zinki fiilardhillah

Di saat ujian melanda kita, maka jangan pernah kau mengadunya kepada makhluk, tapi mengadulah kpada Al Kholiq, siapa yang mengadu kepada makhluk maka dia akan kecewa, namun siapa yg mengadu kepada Al Kholiq sungguh ia tidak akan mengecewakanya

Sabar dan syukur adalah dua senjata yg hanya dimiliki oleh orang-orang yg beriman, sabar dikala ditimpa musibah dan syukur ketika mendapat kenikmatan, begitu indahnya kehidupan orang yg beriman Rasuulullah shalallohu alaihiwasallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

"sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, seluruh urusanya itu baik, ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin, jika mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur itu baik baginya jika mndapatkan kesusahan maka ia bersabar itu pun baik baginya (HR.muslim)

   Ujian merupakan sunnatulloh bagi setiap hamba yang beriman, semakin tinggi keimanan seseorang maka akan semakin tinggi pula ujian yang ia dapatkan,

   Di saat seorang mukmin dilanda dengan kesusahan maka itulah ujian baginya apakah ia dapat bersabar atau tidak, dan ketika Alloh berikan kesenangan kpadanya,maka itu juga ujian apakah ia dapat bersyukur atau malah sebaliknya

   Ketika seorang mujahid melangkah ke medan jihad, pasti ia akan merasakan dua macam ujian tersebut, dan itu sudah menjadi sunnatullah sejaka zaman dahulu

   Banyak para mujahid dan muwahhid yang dapat bertahan ketika ia ditimpa dengan ujian2kesulitan, seperti dikejar2 (dpo), ditangkap, diintimidasi dst. mereka mampu untuk bertahan untuk mnghadapinya, namun betapa banyak mujahid yag luntur tauhidnya ketika kenikmatan dunia dibentangkan dihadapanya

   Ketika ujian melanda kita, ingatlah pahala yang Alloh berikan bagi orang2 yg bersabar, dan jangan pernah sekalipun mengadu kepada selain Alloh, karena dengan bersabar seseorang akan mendapat dua kebaikan, atas ujian yg ia rasakan. dan akan dihapus dosa2nya, dan dengan kesabaranya ia mendapat pahala di sisi Alloh, namun ketika ia mengeluh ia akan mendapat dua keburukan pula, yaitu ujian yg ia rasakan tak akan bernilai pahala baginya, dan pasti dengan mngeluh akan berkurang tawakkalnya kpda Alloh yg mngebabkn dosa baginya, wallahuta'ala a'lam

Kita memohon kepada Alloh azzawajalla agar memberikan kita kesabaran dan rasa syukur dalam menghadapi ujian keimanan,amiin.......

DIKALA UJIAN MELANDA

بسم الله الر حمن الر حيم

Rabu, 28 Muharrom 1438 H
Oleh : Nuuruddin Zinki fiilardhillah

Di saat ujian melanda kita, maka jangan pernah kau mengadunya kepada makhluk, tapi mengadulah kpada Al Kholiq, siapa yang mengadu kepada makhluk maka dia akan kecewa, namun siapa yg mengadu kepada Al Kholiq sungguh ia tidak akan mengecewakanya

Sabar dan syukur adalah dua senjata yg hanya dimiliki oleh orang-orang yg beriman, sabar dikala ditimpa musibah dan syukur ketika mendapat kenikmatan, begitu indahnya kehidupan orang yg beriman Rasuulullah shalallohu alaihiwasallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

"sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, seluruh urusanya itu baik, ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin, jika mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur itu baik baginya jika mndapatkan kesusahan maka ia bersabar itu pun baik baginya (HR.muslim)

   Ujian merupakan sunnatulloh bagi setiap hamba yang beriman, semakin tinggi keimanan seseorang maka akan semakin tinggi pula ujian yang ia dapatkan,

   Di saat seorang mukmin dilanda dengan kesusahan maka itulah ujian baginya apakah ia dapat bersabar atau tidak, dan ketika Alloh berikan kesenangan kpadanya,maka itu juga ujian apakah ia dapat bersyukur atau malah sebaliknya

   Ketika seorang mujahid melangkah ke medan jihad, pasti ia akan merasakan dua macam ujian tersebut, dan itu sudah menjadi sunnatullah sejaka zaman dahulu

   Banyak para mujahid dan muwahhid yang dapat bertahan ketika ia ditimpa dengan ujian2kesulitan, seperti dikejar2 (dpo), ditangkap, diintimidasi dst. mereka mampu untuk bertahan untuk mnghadapinya, namun betapa banyak mujahid yag luntur tauhidnya ketika kenikmatan dunia dibentangkan dihadapanya

   Ketika ujian melanda kita, ingatlah pahala yang Alloh berikan bagi orang2 yg bersabar, dan jangan pernah sekalipun mengadu kepada selain Alloh, karena dengan bersabar seseorang akan mendapat dua kebaikan, atas ujian yg ia rasakan. dan akan dihapus dosa2nya, dan dengan kesabaranya ia mendapat pahala di sisi Alloh, namun ketika ia mengeluh ia akan mendapat dua keburukan pula, yaitu ujian yg ia rasakan tak akan bernilai pahala baginya, dan pasti dengan mngeluh akan berkurang tawakkalnya kpda Alloh yg mngebabkn dosa baginya, wallahuta'ala a'lam

Kita memohon kepada Alloh azzawajalla agar memberikan kita kesabaran dan rasa syukur dalam menghadapi ujian keimanan,amiin.......

DIKALA UJIAN MELANDA

بسم الله الر حمن الر حيم

Rabu, 28 Muharrom 1438 H
Oleh : Nuuruddin Zinki fiilardhillah

Di saat ujian melanda kita, maka jangan pernah kau mengadunya kepada makhluk, tapi mengadulah kpada Al Kholiq, siapa yang mengadu kepada makhluk maka dia akan kecewa, namun siapa yg mengadu kepada Al Kholiq sungguh ia tidak akan mengecewakanya

Sabar dan syukur adalah dua senjata yg hanya dimiliki oleh orang-orang yg beriman, sabar dikala ditimpa musibah dan syukur ketika mendapat kenikmatan, begitu indahnya kehidupan orang yg beriman Rasuulullah shalallohu alaihiwasallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

"sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, seluruh urusanya itu baik, ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin, jika mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur itu baik baginya jika mndapatkan kesusahan maka ia bersabar itu pun baik baginya (HR.muslim)

   Ujian merupakan sunnatulloh bagi setiap hamba yang beriman, semakin tinggi keimanan seseorang maka akan semakin tinggi pula ujian yang ia dapatkan,

   Di saat seorang mukmin dilanda dengan kesusahan maka itulah ujian baginya apakah ia dapat bersabar atau tidak, dan ketika Alloh berikan kesenangan kpadanya,maka itu juga ujian apakah ia dapat bersyukur atau malah sebaliknya

   Ketika seorang mujahid melangkah ke medan jihad, pasti ia akan merasakan dua macam ujian tersebut, dan itu sudah menjadi sunnatullah sejaka zaman dahulu

   Banyak para mujahid dan muwahhid yang dapat bertahan ketika ia ditimpa dengan ujian2kesulitan, seperti dikejar2 (dpo), ditangkap, diintimidasi dst. mereka mampu untuk bertahan untuk mnghadapinya, namun betapa banyak mujahid yag luntur tauhidnya ketika kenikmatan dunia dibentangkan dihadapanya

   Ketika ujian melanda kita, ingatlah pahala yang Alloh berikan bagi orang2 yg bersabar, dan jangan pernah sekalipun mengadu kepada selain Alloh, karena dengan bersabar seseorang akan mendapat dua kebaikan, atas ujian yg ia rasakan. dan akan dihapus dosa2nya, dan dengan kesabaranya ia mendapat pahala di sisi Alloh, namun ketika ia mengeluh ia akan mendapat dua keburukan pula, yaitu ujian yg ia rasakan tak akan bernilai pahala baginya, dan pasti dengan mngeluh akan berkurang tawakkalnya kpda Alloh yg mngebabkn dosa baginya, wallahuta'ala a'lam

Kita memohon kepada Alloh azzawajalla agar memberikan kita kesabaran dan rasa syukur dalam menghadapi ujian keimanan,amiin.......

Selasa, 17 Oktober 2017

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#kedua_bersambung
#Rabu, 28 Muharrom 1439 H

Di antara ilmu yang fardhu kifayah adalah: menghafal al-Qur-an dan tafsirnya, hadits dan ilmu-ilmunya, ushul fiqh, dsb.Jenis kedua dari ilmu sya’i adalah fardhu ‘ayn, wajib atas setiap mukallaf —yaitu setiap muslim yang baligh dan berakal— untuk mempelajarinya. Jika dia berpaling darinya atau melalaikannya, maka dia berdosa. Dan di antara perkara-perkarayang hukumnya fardhu ‘ain atas setiap muslim dan muslimah untuk mempelajarinya dalam aqidah adalah:

1. Perkara pertama: al-Ushul ats-Tsalatsah (Tiga Hal Pokok) Yaitu pengetahuan hamba tentang Rabbnya, Agamanya, danNabi-Nya Muhammad shallaAllohu ‘alayhi wa sallam.Jika dikatakan kepadamu: “Siapa Rabbmu?”, maka katakanlah: Rabbku adalah Allah yang telah mengurusku danmengurus alam semesta dengan nikmat-nikmat-Nya. Dan Dia adalah Sembahanku. Aku tidak memiliki sembahan selain-Nya.Jika dikatakan kepadamu: “Apa agamamu?”, maka katakanlah: Agamaku adalah Islam. Dan ia adalah berserah diri pada Allah dengan tauhid, tunduk pada-Nya dengan ketaatan, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para penganutnya.

Dan jika dikatakan kepadamu: “Siapa Nabimu?”, maka katakanlah: "Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Hasyim adalah sebagian dari kabilah Quraisy. Kabilah Quraisy adalah sebagian dari bangsa Arab. Dan bangsa Arab adalah keturunan Isma’il bin Ibrahim ‘alayhima wa ‘ala nabiyyina afdhalush shalati wat taslim.

2. Perkara kedua: Pokok agama dan pondasinya ada 2 perkara1). Perintah untuk beribadah kepada Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, motivasi untuk melakukannya, loyalitas atas dasarnya, dan mengkafirkan orang yang meninggalkannya.2). Peringatan akan syirik dalam beribadah kepada Allah, kecaman keras terhadapnya, permusuhan atas dasarnya, dan pengkafiran orang yang mengerjakannya.

Dari pokok ini bercabanglah aqidah al-wala’ wal bara’ yang kokoh. Dan pokok aqidah ini berdiri di atas prinsip pemisahan dan pembedaan antara kaum muslimin dan lainnya atas dasar Agama, bukan atas dasar tanah dan nasionalisme. Seorang Muslim muwahhid adalah saudaraku di jalan Allah, patuh kepadanya dan menolongnya, meskipun dia adalah orang yang (berjarak) paling jauh. Sementara orang kafir dan orang murtad adalah musuhku, aku membenci dan memusuhinya, meskipun dia adalah orang yang (berjarak) paling dekat. (Bersambung...)

SEPULUH PERKARA DALAM AQIDAH YANG TIDAK BOLEH TIDAK DIKETAHUI OLEH SEORANG MUSLIM DAN WAJIB DIPELAJARI

بسم الله الر حمن الر حيم

#Kajian_Tauhid
#pertama_bersambung
Selasa, 27 Muharrom 1439 H

Segala puji bagi Alloh. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Rosululloh, keluarganya, para sahabatnya, dan siapa saja yang loyal padanya. Amma ba'd:

Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lainnya. Sanadnya didho’ifkan oleh mayoritas ahli ilmu dan dihasankan oleh yang lain seperti as-Suyuthiy dan al-Mizziy. Tetapi ma’na hadis disepakati di antara ahlul ilmu.]

Mengomentari hadits ini, al-Bayhaqiy berkata: “Yang beliau maksud —wallohu a’lam— tidak lain adalah ilmu umum yang tidak boleh tidak diketahui oleh orang baligh yang berakal.” [al-Madkhal ila as-Sunan al-Kubro]

Imam asy-Syafi’iy ditanya: “Apa itu ilmu? Dan apa di antara yang wajib atas manusia?” Dia berkata: “Ilmu itu ada dua macam. (Pertama), ilmu yang tidak boleh tidak diketahui oleh orang baligh yang akalnya tidak rusak. Ilmu ini ada dalam Kitab Alloh, serta diriwayatkan dan diceritakan oleh kaum muslimin dari Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam.

Dan mereka tidak berselisih tentang kewajibannya.” [ar-Risalah karya asy-Syafi’iy]

Di antara yang disepakati oleh para ahlul ‘ilmi adalah bahwa ilmu syar’i terbagi —dari segi kewajibannya— ke dalam dua jenis:Pertama, fardhu kifayah, yaitu yang wajib dipelajari dan dijaga oleh umat Islam secara keseluruhan. Jika sebagian dari kaum muslimin telah mengerjakannya dengan cukup, maka mereka mendapatkan keutamaan dan pahala, dan dosa telah gugur dari semua. Dan jika tidak ada sebagian yang mengerjakannya dengan cukup, maka seluruh kaum muslimin berdosa.

Jumat, 13 Oktober 2017

KEMENANGAN DATANG SETELAH UJIAN

Oleh : Nuuruddin Zinki Fakallahu Ashroh

Setiap orang yang berjuang pasti mengharapkan sebuah kemenangan, namun tidak setiap pejuang itu memahami hakekat kemenangan. Sudah menjadi sunnatulloh bahwa kemenangan itu tidak akan datang kecuali setelah ujian, pernah ada seorang pemuda bertanya kepada Imam Syafi'i rahimahullah :

" Yaa Abaa Abdillah, mana yang lebih baik antara seorang yang diberi tamkin (kekokohan di muka bumi) atau mendapat ujian dari Alloh subhaanahuwata'ala?, Imam Syafi'i mengatakan, tamkin akan terwujud setelah seseorang mendapat ujian, Alloh subhanahu wata'ala telah menguji Nabi Nuh,Ibrahim, Musa,Isa,Muhammad shalallahu'alaihiwasallam, ketika mereka bersabar atas ujian yang diberikan, maka Alloh kokohkan kedudukan mereka, jangan seorang pun diantara kalian mengira bisa terlepas dari rasa sakit (Al Fawaid Ibnul Qoyyim)

Sesungguhnya ujian seseorang itu tergantung pada tingkatan. keimanan, semakin tinggi keimanan seseorang semakin tinggi pula ujiannya Alloh subhanahu wataala telah menjadikan syurga itu dikelilingi dengan perkara-perkara yang tidak disukai, sebagaimana sabdda Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)

Dan sudah menjadi ketetapan bagi Alloh subhanahu wata'ala bahwa syurga itu dapat dicapai oleh seorang hamba itu setelah diuji dan diuji, Alloh subhanahuwataala berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ  ۖ  مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوا حَتّٰى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ ۥ  مَتٰى نَصْرُ اللَّهِ  ۗ  أَلَآ إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)

Yaa, syurga yang merupakan kemenangan yang hakiki tidak akan dapat dicapai kecuali setelah ujian demi ujian yang harus dihadapi,
maka sangatlah aneh manakala ada seorang yang ingin berjihad mengharaapkan firdaus Allah Ta'ala namun enggan untuk merasakan resiko di dalamnya

Kisah-kisah ujian sudah menjadi hal yang tak asing lagi dari zaman Nabi Adam alaihissalam hingga zaman Nabi kita Muhammad shalallih alaihi wasallam, Nabi Ibrahim alaihissalam dibakar oleh kaumnya, Nabi Musa alaihissalam menjadi buronan kaumnya sendiri, Nabi Nuh alaihissalam yang harus menerima cacian pahit dari kaumnya, begitu pun Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wasallam harus menerima ujian yang sangat berat ketika menyampaikan risalah Tauhid ini.

Begitu pun apa yang dialami para Sahabat ridhwaanullahu alaihim ajma'in, kisah mereka tentang ujian yang mereka terima sangat banyak yang membuat kita memahami bahwa kemenangan itu datang setelah ujian demi ujian

Semoga Alloh memberikan kita kemenangan berupa tamkin atas orang2 kafir dan munafiq sehingga kalimatullah menjadi tertinggi di muka bumi ini.amiin

Kamis, 12 Oktober 2017

Takutlah dengan popularitas dan Keterkenalan

Oleh : Abu Yahya As Sajiiy - Qismus Sayr'i Laziz Muwahidin

Syaikh Duktur Abdul Azizi bin Muhammad alu Abdul Latif hafizuhullah dalam kitab
beliau, "Al-Ubudiyyah" bertutur :

"Syahwat hubbur Riyasah --ketenaran dan
keterkenalan-- adalah salah satu syahwat yang banyak mejangkiti manusia."

Dalam hadits Kaab bin Malik radiyallahu anhu, dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam
bersabda :

"Tidaklah dua serigala yang lapar yang ditemukan dengan kawanan domba
lebih berbahaya daripada seseorang yang tamak kepada harta dan kepada
kemasyhuran (popularitas)." (Dikeluarkan oleh At-Tirmidziy, dikatakan hadits ini
Hasan shahih).

Al-Hafidz Imam Ibnu Rajab Al-Hambaliy rahimahullah dalam mensyarah hadits ini
berkata :

"Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kerakusan
seseorang terhadap harta dan kemasyhuran lebih merusak terhadap diennya, tidak
lebih ringan dari bahaya dua serigala yang lapar terhadap kawanan domba, bisa jadi
sama bahayanya atau bisa jadi lebih berbahaya.

Hal itu mengisyaratkan tidak selamatnya dien seorang muslim yang disertai
kerakusannya terhadap harta dan kemasyhuran, kecuali sedikit. Sebagaimana tidak selamatnya kawanan domba dari bahaya serigala lapar sebagimana dalam hadits itu, kecuali sedikit. Ini adalah permisalan yang besar yang mengandung tujuan tahdzir --peringatan keras-- terhadap kerakusan seseorang terhadap harta dan
kemasyhuran dunia". Selesai.

Masih tuturan beliau : "Adapun kerakusan terhadap kemasyhuran, maka ia lebih
membinasahkan pelakunya daripada kerakusan terhadap harta benda ; karena
sesunguhnya pemburu kemasyhuran dunia dan kedudukan di dalamnya, dan ketenaran di hadapan manusia dan kesombongan di muka bumi lebih bahaya atas seorang hamba dari pemburu harta benda, dan bahaya harta benda lebih besar lagi
dari zuhud darinya ; karena harta benda bisa dicurahkan untuk memburu
kemasyhuran dan ketenaran." (Syarah Hadits, hal. 13 dan 7).

Kemudian Beliau rahimahullah membagi kerakusan terhadap kemasyhuran dengan
mengatakan :

"Kerakusan terhadap kemasyhuran atau popularitas ada dua jenis :

Pertama : memburu kemasyhuran dengan kepemimpinan, kekuasaan dan harta, hal
ini perkara yang sangat berbahaya dan ia kerap menjadi penghalang kebaikan di
akherat, kemuliaannya, karomahnya dan izzahnya."

Allah subhanah berfirman :

"Negeri akherat itu kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan membuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa." (Qs. Al-Qashash 83).

Dan orang yang rakus terhadap ketenaran dan kemasyhuran dunia dengan memburu
kepemimpinan, bila mendapatkan niscaya akan diserahkan kepada dirinya sendiri".

Kedua, memburu kemasyhuran dan ketinggian di hadapan manusia dengan
perkara-perkara dieniyyah --keagamaan--, seperti ; kehebatan ilmu, kehebatan amal, dan kehebatan kezuhudan. Perkara ini lebih keji lagi jahat dari jenis yang pertama, dan keadaannya lebih buruk, dan kerusakannya dahsyat dan sangat berbahaya ; Padahal kehebatan ilmu, amal dan kezuhudan hanya diburu dengannya apa yang ada disisi Allah dari derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal, kedekatan kepada Allah dan ketinggian di hadapan-Nya, ... " (Syarah Hadits, hal. 13, 15, 16, dan 20 dengan peringkasan).

Wallahu 'alam bishowwab.
Akhiru da'wana anilhamdulilahi rabbil alamin.
------------------------------------------------------------------
Maroji : Kitab Jami'ul Ulum wal Hikam, Imam Ibnu Rajab Al Hanbaly rahimahullah.