بسم الله الر حمن الر حيم
#Kajian_Tauhid
#ketiga_bersambung
#Kamis, 29 Muharrom 1439 H
Perkara ketiga : mak’na la ilaha illallah
Laa ilaaha illaAllah adalah pemisah antara kufur dan Islam, ia adalah kalimat taqwa (kalimatut taqwa) dan ia adalah tali yang kuat (al-‘urwah al-wutsqo), ia tidak terwujud dengan sekadar mengucapkannya disertai ketidaktahuan tentang ma'nanya dan tanpa mengerjakan konsekuensinya. Sebab, orang-orang munafiq mengucapkannya, tetapi mereka berada di tingkatan paling bawah dari neraka. Ia hanya terwujud dengan mengucapkannya, mengetahui ma’nanya, mencintainya, mencintai para penganutnya dan loyal kepada mereka, serta membenci orang yang menyelisihinya, memusuhinya, dan memeranginya. Syahadat laa ilaaha illaAllah adalah penafian dan penetapan. Laa ilaaha (tiada ilah) menafikan segala macam peribadatan dari selain Allah ta’ala. Dan illaAllah (kecuali Allah) menetapkan segala macam peribadatan kepada Allah semata tiada sekutu bagi-Nya.
Di antara konsekuensi syahadat laa ilaaha illaAllah adalah syahadat bahwa Muhammad Rasulullah. Dan syahadat Muhammad Rasulullah terwujud dengan mentaati Nabi shallaAllahu ‘alayhi wa sallam dalam apa yang diperintahkannya, menjauhi apa yang dilarang dan dicegahnya, dan membenarkannya dalam apa yang diberitakannya.
4. Perkara keempat : syarat-syarat laa ilaaha illaAllah
Allah Ta’ala menjadikan kalimat tauhid laa ilaaha illaAllah sebagai tanda masuk ke dalam Islam, harga surga dan sebab keselamatan dari neraka. Tetapi ia tidak akan bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya selama dia tidak mewujudkan syarat-syaratnya. Telah dikatakan kepada al-Hasan al-Bashriy:
“Sesungguhnya ada orang-orang yang megatakan: Barang siapa mengucapkan laa ilaaha illaAllah, maka dia akan masuk surga?” Dia berkata: “Barang siapa mengucapkan laa ilaaha illaAllah, lalu menunaikan hak dan kewajibannya, maka dia akan masuk surga.” [Jami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rojab al-Hanbaliy]
Imam al-Bukhoriy berkata: Dikatakan kepada Wahb bin Munabbih:
“Bukankah laa ilaaha illaAllah adalah kunci surga?” Dia berkata: “Benar" Tetapi tidak ada kunci kecuali ia memiliki gerigi. Jika engkau membawa kunci yang memiliki gerigi, maka akan dibukakan bagimu. Dan jika tidak, maka tidak akan dibukakan bagimu.” [Jami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rojab al-Hanbaliy]
Kunci surga adalah syarat-syarat laa ilaaha illaAllah. Dan syarat-syarat laa ilaaha illaAllah adalah:
1. Pengetahuan tentang ma’nanya dari segi penafian dan penetapan.
2. Yaqin, yaitu kesempurnaan pengetahuan tentangnya yang meniadakan keraguan dan kebimbangan.
3. Ikhlash yang meniadakan syirik.
4. Kejujuran yang meniadakan kedustaan.
5. Kecintaan kepada kalimat ini dan kepada apa yang ditunjukkan olehnya, serta kegembiraan dengan hal itu.
6. Ketundukan terhadap hak-haknya dengan ikhlash untuk Allah dan demi mencari ridha-Nya.
7. Penerimaan yang meniadakan penolakan.Semua syarat ini ditunjukkan oleh dalil-dalil yang jelas dari al-Kitab dan as-Sunnah yang shahih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar