#Kajian_Islam
#Ahad_16_Safar_1439_H
Alloh ta’ala berfirman:
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ
“Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya.”
[al-Baqoroh: 255]
Hakekat Syafa’at
Ibnu Qoyyim al-Jawziyyah rohimahulloh berkata:
"Yang ada dalam hati orang-orang musyrik itu dan para pendahulu (salaf) mereka adalah bahwa sesembahan-sesembahan mereka akan memberikan syafa’at kepada mereka di sisi Alloh. Dan ini adalah syirik itu sendiri. Alloh telah mengingkari keyakinan mereka itu dan mendustakannya dalam Kitab-Nya.
Syafa’at yang ditetapkan oleh Alloh dan Rosul-Nya adalah syafa’at yang bersumber dari izin-Nya kepada orang yang mentauhidkan-Nya. Dan yang dinafikan oleh Alloh adalah syafa’at
syirkiyyah yang ada dalam hati orang-orang musyrik yang menjadikan (sesembahan-sesembahan) selain Alloh sebagai para pemberi syafa’at. Mereka pun diperlakukan dengan kebalikan dari apa yang mereka inginkan dari para pemberi syafa’at mereka itu. Sementara orang-orang muwahhid akan memperolehnya. [Madaarijus Saalikiin]
Madzhab Salaf Tentang Syafa’at
Abu al-‘Abbas Ibnu Taymiyah rohimahulloh berkata:
"Ahlus Sunnah wal Jama’ah menyepakati apa yang telah disepakati oleh para sahabat ridhwaanullohi ‘alayhim ajma’iin dan disebutkan dalam banyak hadits, bahwa beliau shollaAllohu ‘alayhi wa sallam akan memberikan syafa’at kepada para pelaku dosa besar dari umatnya dan
memberikan syafa’at juga kepada makhluk secara umum.
Beliau shollaAllohu ‘alayhi wa sallam
memiliki syafa’at-syafa’at yang khusus bagi beliau, tidak seorang pun yang ikut memilikinya, dan syafa’at-syafa’at yang juga dimiliki oleh selain beliau di antara para nabi dan orang-orang sholih, tetapi apa yang beliau miliki lebih baik daripada apa yang dimiliki oleh selain beliau. [Majmuu’ al-Fataawaa]
Siapakah yang Diberi Kemuliaan untuk Memberi Syafa’at.
1. Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam
Diriwayatkan dari Abu Huroyroh rodhiyaAllohu ‘anh, dia berkata: Rosululloh
shollaAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Setiap nabi memiliki permohonan yang mustajab (dikabulkan). Setiap nabi pun telah menyegerakan permohonannya. Sementara aku menyembunyikan permohonanku, sebagai syafa’at bagi umatku pada hari kiamat. Ia akan didapatkan in syaa-a Alloh oleh siapa saja yang mati dari umatku tanpa menyekutukan Alloh dengan sesuatu pun.” [Diriwayatkan oleh Muslim]
2. Para syahid (syuhada’)
Diriwayatkan dari Nimron bin ‘Utbah adz-Dzimary, dia berkata: Kami mengunjungi
Ummu ad-Darda’, sedangkan kami adalah anak-anak yatim. Dia pun berkata: Bergemberilah, sesungguhnya aku telah mendengar Abu ad-Darda’ berkata: Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Diterima syafa’at seorang syahid untuk tujuh puluh orang dari keluarganya.”
[Diriwayatkan oleh Abu Dawud]
3. Kaum mu’minin secara umum
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas rodhiyaAllohu ‘anh, dia berkata: Aku telah mendengar Rosululloh shollaAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Tidak seorang muslim pun mati, lalu jenazahnya disholatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu pun, kecuali Alloh menerima syafa’at mereka untuknya.”
[Diriwayatkan oleh Muslim]
Sumber : Infografik Surat Kabar an-Naba’ Edisi 66
Tidak ada komentar:
Posting Komentar