Sabtu, 23 September 2017

STATUS ORANG YANG DUDUK DI MAJLIS KEKAFIRAN DAN MAKSIAT

STATUS ORANG YANG DUDUK DI MAJLIS KEKAFIRAN DAN MAKSIAT

Allah subhanahuwata'ala berfirman:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.” (Qs. An-Nisa’ :140)

Ayat ini menjelaskan bahwa apabila seseorang duduk di majlis kekafiran tanpa dipaksa maka ia menjadi bagian dari mereka dalam arti status mereka telah kafir dan batal keislamannya dikarenakan duduk dan berkumpul di majlis kekafiran tanpa mengingkari nya. akan tetapi apabila majlis itu adalah majlis maksiat maka ia sama hal nya sama dengan mereka dalam hal dosa tanpa menyebabkan keluarnya Islam dari dalam dirinya

Al Qurthubi rahimahullah berkata dalam Tafsirnya :

إنكم  إذا مثلهم : من لم يجتنبهم فقد رضي فعلهم والرضا با لكفر كفر، فكل من جلس في مجلس معصية ولم ينكر عليهم يكون معهم في الوزر سواء، فإن لم يقدر على النكر عليهم فينبغي أن يقوم عنهم حتى لا يكون من أهل هذه الأبة.

“Sesungguhnya kalian bila begitu sama dengan mereka” : (yaitu) barang siapa tidak menjauhi mereka, maka berarti telah MERIDOI perbuatan mereka, sedangkan ridlo dengan kekafiran itu adalah kekafiran. Oleh sebab itu setiap orang yang duduk di majlis maksyiat tanpa mengingkari mereka, maka dia itu sama dengan mereka dalam hal dosa. Bila tidak mempu untuk mengingkari mereka, maka seharusnya dia pergi meninggalkan mereka supaya dia tidak menjadi bagian orang-orang yang dimaksud ayat ini.” (Ahkamul Qur’an : 5/418)

✍ Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar