Jum'at, 8 Muharom 1439 H
Kehidupan sesungguhnya adalah ketika engkau merasakan kehidupan setelah kematian, dunia adalah tempat singgah untuk beristirahat sejenak meneguk segelas air dan menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang
Alangkah merugi manusia, mereka keluar di pagi hari dan pulang di sore hari hanya untuk mengumpulkan harta yang tidak menemaninya di kehidupan setelah kematian dan melupakan kehidupan akhirat yang sedang menunggunya
manusia mengumpulkan pundi pundi harta dan setelah berkumpul ia hanya merasakan sedikit kenikmatan yang sesaat sebelum kematiannya. dan harta yang ia kumpulkan pun tak menemaninya di kehidupan setelah kematian
manusia merasa khawatir dan takut atas prinsip yang ia pegang, setelah ia melunakkan hatinya dan condong kepada kesesatan. maka ia pun menyesal di kemudian hari dan berkata
"aduhai seandainya saja sewaktu di dunia aku melawan ketakutan ku, hari ini murka Allah lebih aku takut i karna aku sewaktu di dunia bersikap lunak dan pengecut"
Simpanlah bekal untuk akhirat dengan infaq membantu Ikhwan Fi dien, harta itulah yang kelak akan menemanimu di kehidupan setelah kematian
Bersabarlah di atas penderitaan dan siksa sejenak karna ia di atas Al Haq, ketahuilah itu hanya sementara, setelah itu kau akan merasakan indahnya kehidupan yang sesungguhnya
Jemputlah kematian dengan Ridho Roob mu, dan engkau akan merasakan indahnya kehidupan yang sesungguhnya
Ketika engkau keluar meninggalkan keluargamu untuk menjemput wajah Allah, maka bidadari sedang membuka tirai dan bersiap menyambut mu
Akan tetapi apabila engkau berbalik ke belakang karna sikap pengecut yang engkau pelihara serta condong kepada bangkai dunia yang fana ini, mereka menangis bersedih
Karna engkau lebih memilih sikap pengecut yang engkau pelihara dan condong kepada bangkai dunia yang fana daripada harus bertemu dengan mereka (para bidadari) dengan naungan cinta Robbul 'Izzatiy
taukah engkau?, seandainya dunia ini lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk. maka orang kafir tidak akan diberikan nikmat di dunia ini
Lantas, apa alasan engkau lebih memilih bangkai dunia yang hina ini daripada Jannah yang dibawahnya mengalir sungai sungai atas Amal Sholeh untuk menjemput kekasihmu yang engkau lakukan sewaktu di dunia
Lantas, apa alasan engkau lebih memilih ke kikiranmu terhadap harta yang tak engkau bawa mati daripada air yang akan engkau minum di telaga Salsabila sebagai karunia Allah yang akan diberikan kepadamu sebagai ganti atas apa yang engkau infaq kan sewaktu di dunia
lantas, apa alasan engkau lebih memilih kehinaan hidup di dunia dengan sikap pengecut daripada bidadari yang bermata jeli yang akan menemanimu sepanjang kehidupan.?, dan engkau tak akan pernah mati di kehidupan yang sesunghuhnya, sebagai ganti atas apa yang engkau korbankan sewaktu di dunia.
[ Ibnu Qudamah Al Arkhabiliy ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar