بسم الله الر حمن الر حيم
Tazkiatun Nafs
BAB PEMBAGIAN HATI
QOLBUN SALIM
Pada hari kiamat tidak akan ada seorang manusia pun yang selamat melainkan yang memiliki hati yang sehat atau qolbun salim, sebagaimana firman Allah subhanahuwata`ala :
``pada hari yang harta dan anak anak tiada berguna, kecuali barangsiapa yang datang kepada Allah dengan hati yang salim (Asy Syu`ara` 88-89)
Salim berarti sehat dan salim merupakan kata sifat sebagaimana thawil (panjang), qashir (pendek), dan dzarif (elok). seseorang berhati sehat atau qolbun salim apabila kesehatan hati merupakan sifat baku baginya. seperti bakunya sifat ilmu bagi seseorang yang alim, dan bakunya sifat qudrah (mampu/kuasa) bagi orang yang kadir ia merupakan lawan dari maridh, saqim, dan `alil yang artinya sakit.
manusia menjelaskan hakikat yang berbeda beda untuk menjelaskan hakikat hati yang sehat. titik temunya bahwa hati yang sehat adalah yang terbebas dari syahwat yang beretentagan dengan perintah adn larangan Allah serta dari sybhat yang bertentangandengan pemberitaanya.
hati yang sehat terbebas dari peribadahan kepada selain Allah dan pengambilan hukum kepada selain rosulnya. Ia mencintai Allah dengan tulus dan mengikuti ketentuan rosulnya dalam takut, harap, tawakal, inabah, dan ketundukan kepada Allah. senantiasa mengutamakan ridhonya, dan menjauhi kemurkaanya, inilah hakikat peribadahan yang hanya boleh diberikan kepada Allah.
Hati yang sehat tidak menyekutukan Allah dengan aapun dalam bentuk apapun. peribadahanya murni ditunjukkan kepada Allah baik yang berupa kehendak, cinta, tawakal, inabah, ketundukan, takut, dan harap, ia mengikhlaskan amal untuk Allah. Bila mencintai ia mencintai karna Allah: bila membenci ia membenci karna Allah: bila memberi ia memberi karna Allah dan bila ia menolak ia menolak karna Allah
ini saja belum cukup kecuali bila ia juga terbebas dari kepatuhan dan pengambilan hukum kepada selain rosulnya maka ia sepenuhnya mengendalikan hati agar mengikuti dan meneladani beliau saja dalam ucapan maupun perbuatan ucapan hati yang berupa keyakinan maupun ucapan lisan yang berupa pernyataan dari apa yang terdapat dalam hati, juga perbuatan hati yang berupa kehendak, cinta, benci, dan sebaginya merupakan perbuatan anggtoa badan dalam semua persoalan yang kecil maupun besar yang menjadi hakimnya adalah ajaran yang dibawa oleh Rosululloh. ia tidak mendahului beliau dalam berkeyakinan, berbicara mauppun berbuaut. sebagimana firman Allah subhanahuwata`ala :
"wahai orang orang berimann jangan mendahului allah dan rosulnya"
maksudnya jangan berkata sebelum beliau berkata, dan jangan berbut sebelum beliau memerintahkan
seorang salaf berkata :
setiap perbuatan kecil apapun pasti akan ditanya dengan dua pertanyaan, yaitu mengapa dan bagaimana. yakni mengapa kamu berbuaut dan bagaimana kamu berbuat? pertanyaan pertama berkenaan dengan sebab, motivasi dan berkenaan dengan latar belakang ; apakah bertitik tolak dari kepentingan dan ambisi pelakunya di dunia, seperti kesenangan dipuji, ketakutan terhadap celaan, keinginan memperoleh sesuatu yang disukai, dan upaya menghindari sesuatu yang dibenci di dunia ataukah perbuatan itu dilakukandengan tujuan untuk menunaikan ibadah, meraih cinta Allah, mendekatkan diri padanya, dan mencari jalan menuju Rido nya?
perntanyaan ini dimaksdkan untuk mengetahui apakah anda melakukan perbuatan tersebut untuk Allah ataukah untuk kepentingan dan keinginan nafsu semata?
adapun maksud pertanyaan ke dua adalah untuk mengetahui kadar mutaba`ah (peneladanan) kepada Rosululloh shollallau`alaihiwasallam di dalam ibadah tersebut. artinya apakah perbuautan tersebut telah aku perintahkan kepadamu melelui lisan Rosulku ataukah tidak aku perintahkan dan tidak aku rodhoi?
pertanyaan pertama mengenai ke ikhlasan sedangkan pertanyan kedua mengenai mutaba`ah. sebab Allah subhaahuwata`ala tidak akan menerima amal kecuali dengan keduanya.
antisipasi terhadap pertanyaan pertama adalah dengan memurnikan ke ikhlasan, sedangkan dengan pertanyaan kedua adalah degan merealisasikan mutabaah dengan se benar benarnya. hati harus bersih dari keinginan yang bertentangan dengan keikhlasan dan dari nafsu yang bertentangan dengan mutaba`ah. inilah hakikat kesehatan bagi hati yang dijamin keselamatan dan kebahagiaanya.
==========================================================
Ibnu Qudamah AL Ar Khabiliy Ghofarallahuliy
Muroji : Ighotsatul lahfan min mashoidu syaiton, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah
==========================================================
Ayoo Ber Qurban untuk disalurkan ke dalam penjara penjara yang terdapat di dalamnya mujahidin yang sedang tertawan di beberapa daerah tertentu yang sanggup kami jangkau di beberapa wilayah di indonesia, dan terutama di daerah pelosok
🐏.Rp : 2.500.000/Kambing
🐑.Rp : 20.000.000/Sapi
🏧 Donasi Hewan Qurban bisa ditransfer melalui rekening :
📠.BRI 3094-01-022658-53-8
📠.BCA 1530288907
A/n : Adib Budi wicaksono
📱. konfirmasi untuk Program Qurban dengan format :
➖Untuk Pembelian hewan Qurban: Qurban#Nama#Jumlah transfer
➖Untuk Infaq Akomodasi dan penyaluran : Infaq Qurban#Nama#Jumlah transfer
📲. konfirmasi konta person Laziz Muwahidin :
0856-0347-9256 (Whatsapp) / 0881-2832-054
@lazizmu (Telegram) DB1A3E68 (BBM)
Penanggung jawab: Abdurrahman
Humas : Faisal Syauqot
📑. Penasehat:
1.Ustadz Abu Yahya As Sajiiy Fakallahu Asroh
2.Ustadz Afif Abdul Majid Fakkallahu Asroh
3.Ibnu Qudamah Al ArKhabiliy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar