بسم الله الرحمن الحيم
MABUK CINTA
Salah satu tipu daya setan adalah bencana yang ditimpakanya kepada mereka yang dilanda mabuk cinta kepada seseorang.
Demi Allah ini merupakan bencana sangat besar, yang menjadikan nafsu menghambakan diri kepada selain penciptanya, yang menahkukkan hati kepada kekasih yang digandrunginya yang akan menimpakan kehinaan kepadanya, yang menyalakan peperangan antara mabuk cinta dengan tauhid, dan yang mengajak untuk memberikan kesetiaan kepada setan durhaka. ia menjadikan hati sebagai tawanan hawa nafsu, sebaliknya menjadikan hawa nafsu sebagai hakim dan pemimpinya. Dipenuhinya hati dengan bencana, dihalanginya dari kebenaran dan dipalingkanya dari jalan yang lurus. ia berteriak di pasar perbudakan, menawarkan hati kemudian menjualnya dengan harga murah. Diberikanya imbalam yang rendah kepada hati, sebagai ganti dari imbalan yang bernilai tinggi yaitu kamar kamar surga dan lebih dari itu adalah kedekatan kepada Ar Rahman ( Allah yang maha penyayang ) Lantas hati merasa tentram berada di sisi kekasih yang hina iti, padahal derita yang dirasakanya berlipat ganda dibandingkan kenikmatan yang diperolehnya, kedekatanya denganya merupakan sebab terbesar kesengsaraanya. padahal, alangkah cepatnya seorang kekasih berubah menjadi musuh! alangkah cepatnya seorang kekasih meninggalkan kekasihnya, sampai sampai seperti tidak pernah menjadi kekasih. andaikata seseorang bisa bersenang senang dengan kekasihnya di dunia ini, namun tidak lama lagi ia pasti akan mendapat penderitaan yang lebih besar padanya, apalagi di hari para kekasih telah menjadi musuh bagi kekasihnya, kecuali orang orang yang bertaqwa
[ itu terjadi pada hari kiamat sebagaimana firman Allah subhanahuwata'ala dalam surat Az zukhruf 66-67 : " Mereka tidak menunggu kecuali kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba tiba sedang mereka tidak menyadarinya. teman teman akrab oada hari itu sebagianya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang orang yang bertaqwa ]
Betapa meruginya seorang yang mabuk cinta, yang telah menjual dirinya kepada selain "kekasih pertama" dengan harga murah dan kenikmatan sesaat, begitu kelezatanya hilang, tinggallah kesengsaraanya, dan begitulah kebahagiaanya hilang, dan tinggallah penyesalanya.
Duhai, kasihanilah seorang mabuk cinta yang memiliki dua macam duka cita :
> Duka karna tidak mendapatkan "kekasih yang maha tinggi" serta kenikmatan abadi
> Duka karna kepayahan dan siksa yang pedih yang musti ditanggungnya.
Pada hari itu orang yang tertipu mengetahui perdagangan apakah yang telah di sia siakanya serta mengatakan bahwa orang yang selama ini telah memperbudak dirinya dan menguasai hatinya, sebenarnya tidak layak menjadi pembantu dan pengikut orang itu.
Musibah apakah yang lebih besar daripada seorang raja yang diturunkan dari tahta kerajaanya, dijadikanya sebagai tawanan orang yang tidak pantas menjadi tuanya serta dipaksa untuk mematuhi segala perintah dan laranganya? jika anda melihat hatinya ketika ia bersama orang yang dicintainya, niscaya anda melihatnya :
> Ibarat burung di genggaman seorang bocah
> yang menimpakan berbagai penderitaan kepadanya
> sedangkan si bocah itu bergembira dan bermain
Jika anda melihat keadaan dirinya dari kehidupanya, niscaya anda akan berkomentar :
> Tiadalah di muka bumi ini orang yang lebih menderita daripada seorang yang mabuk cinta
> meski hawa nafsunya memperoleh kenikmatan
> kau lihat ia menangis setiap saat
> Sebab takut berpisah, atau karna rindu
> menangis ketika jauh karna rindu kepada mereka
> juga menangis ketika dekat, karna takut berpisah
Andaikata anda melihat tidur dan istirahatnya, Niscaya anda mengetahui bahwa cinta dan tidur telah berjanji dan bersepakat untuk tidak pernah saling bertemu. jika anda melihat simbah air matanua dan gejolak api dalam dirinya, niscaya anda membaca sya'ir :
> Maha suci Rabb Arsy yang menciptakan dengan sempurna
> Yang menjadikan Hal hal yang berlawanan tanpa penolakan
> tetes air mata, muncul dari gejolak api dalam diri
> Air dan api berada dalam satu tempat
Andaikata anda bisa melihat masuk dan
merasuknya cinta ke dalam hati, niscaya anda mengetahui bahwa cinta itu lebih halus cara masuknya ke dalamnya, daripada masuknya roh kedalam badan.
pantaskan seorang yang berakal menjual "Raja yang di taati" ini kepada siapa yang akan menimpakan siksaan buruk kepadanya dan yang menciptakan pembatas tebal antara dirinya dan maulanya yang Haq, yang senantiasa dibutuhkan?
Seseorang yanh mabuk cinta ibatat mayat bagi kekasihnya. ia juga budak yang tunduk dan patuh kepadanya. Jika dipanggil ia datang menyambut. Jika ditanya kepadanya : "Apakah yang kamu angankan?" maka sang kekasih adalah puncak segala anganya ia tidak bisa memperoleh ketentraman dan ketenangan pada selainya.
Sungguh sepantasnya jika ia tidak menyerahkan penghambaan dirinya kecuali kepada sang kekasih dan tidak menjual bagianya darinya dengan penukar yang rendah.
Bersumber dari Kitab : Ighatsatul Lahfan, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
[ Ibnu Qudamah Ar-Kabiliy ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar